UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

MALIQ & D’ESSENTIALS

Maliq & D'Essentials (ist)

Maliq & D’Essentials (ist)

Maliq & D’Essentials pertama kali dibentuk pada 15 Mei 2002 dengan berisikan 9 personel. Perjalanan karier mereka sebagai musisi diawali dengan menjadi band cafe di sebuah pub kecil dalam hotel berbintang lima di Jakarta, dimana mereka memainkan musik-musik yang pada waktu itu belum terlalu lazim diusung di kalangan anak muda pada umumnya. Kini setelah hampir 10 tahun berdiri, mereka semakin kompak meski hanya menyisakan 6 personel yang terdiri dari Angga Puradiredja (Vokal), Indah (Vokal), Ilman (Keyboard & Piano), Jawa (Bass), Lale (Gitar) dan Widi (Drum).

Kata Maliq itu sendiri merupakan sebuah konsep dan kependekan dari Music And Live Instrument Quality yang pertama kali digagas oleh Angga dan Widi yang juga merangkap sebagai produser, komposer, arranger dan song writer. Lalu istilah D’Essentials awalnya adalah sebagai pendukung dari konsep tersebut yang mengacu kepada personel-personel yang lain. Kini istilah Maliq & D’Essentials telah menjadi suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, walaupun masih banyak orang yang sering salah menyebutkan dengan benar nama grup musik ini.

Banyak yang berpendapat jika Maliq & D’Essentials adalah grup musik yang mengusung genre Jazz. Hal ini disebabkan karena debut awal mereka ada di panggung Java Jazz Festival 2005, panggung yang membuat Maliq & D’Essentials dikenal masyarakat lebih luas lagi. Namun musik yang mereka usung sebenarnya tidak hanya jazz saja, melainkan perpaduan antara berbagai macam genre musik seperti, soul, funk, rock, blues, dan lain-lain. Mereka menyebutnya Organic Music agar lebih mudah.

Perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam lagu-lagunya menjadi salah satu andalan khas mereka. Musik yang dimainkannya khas dan kadang tidak terkesan seperti lagu-lagu populer Indonesia pada umumnya. Pada tahun 2004, Maliq & D’Essentials merilis album perdananya, 1st Maliq & D’essentials dengan singelnya yang menggebrak industri musik dalam negeri yaitu “Terdiam” dan diikuti oleh beberapa singel lainnya seperti “Untitled”, “Sampai Kapan” dan “Kangen”.

Sumber: wikipedia

Artikel Lainnya

off

HIVI

Posted On 29 Jul 2015
, By
off

SERINGAI

Posted On 24 Jul 2015
, By