UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Pelatih Kelas Dunia Ini Pernah Mengisi Kanca Sepak Bola Indonesia

Ditulis pada 09 Jun 2016
oleh :
Pelatih Kelas Dunia Ini Pernah Mengisi Kanca Sepak Bola Indonesia

foto ist

itoday – Baru-baru ini ada sebuah ide besar dari Menpora, Imam Nahrawi yang masih mengapung diungkapkan awal pekan ini seperti yang telah dikutip Bola.com, Menpora akan mendatangkan pelatih kenamaan kelas dunia, Jose Mourinho untuk melatih timnas Indonesia.

Untuk mendatangkan pelatih kelas dunia tersebut untuk menjadi pelatih sepakbola Indonesia tentunya tidak mudah dan pastinya ada nilai tinggi untuk kontrak yang akan dijalankan nantinya. Mantan pelatih Chelsea itu sepanjang sejarahnya belum pernah menangani timnas sebuah negara, hanya jajaran klub sepakbola elite Eropa.

Namun lepas dari rencana Menpora mendatangkan Jose Mourinho sebagai pelatih sepakbola Indonesia, timnas sendiri sepanjang perjalannya sudah pernah dilatih oleh beberapa pelatih kelas dunia. Berikut ini beberapa pelatih yang memiliki reputasi kelas dunia pernah singgah dan melatih timnas Indonesia.

  • Wiel Coerver

Wiel Coerver adalah pelatih klub top Belanda, Feyenoord. Saat di bawah binaannya, timnas hampir lolos ke olimpiade Montreal pada tahun 1976, namun kegagalan terjadi akibat tendangan melayang dari Anjas Asmara.

  • Ivan Toplak

Ivan Toplak sebelum menjadi  pelatih, dirinya juga seorang pemain sepakbola di posisi striker. Ivan Toplak memiliki rapor bagus pernah mengantar timnas  Yugoslavia memperoleh perunggu di olimpiade Los Angeles tahun 1984 sehingga dirinya dikontrak selama dua tahun untuk menjadi pelatih sepakbola Indonesia. Namun dirinya gagal membawa tim Garuda saat itu dalam menjuarai Sea Games 1993.

  • Romano Matte

Seusai pelatih Ivan toplak, PSSI mendatangkan pelatih asal Italia, Romano Matte untuk melatih timnas SEA Games 1995. Matte lebih percaya dengan keampuan anak-anak muda sebagai tim skuat SEA Games 1995, seperti adanya bintang muda seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti yang pernah belajar di Italia.

  • Peter Withe

Peter Withe menjadi pelatih sepakbola Indonesia setelah membawakan dua gelar untuk timnas Thailand di Piala AFF 2000 dan 2002. Pelatih ini mampu menjadikan Indonesia menjadi runner up di piala AFF 2004 dan menemukan talenta hebat dari pemain Boaz Solossa.

  • Foppe de Haan

Foppe de Haan pernah didapuk sebagai pelatih timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games Qatar 2006 lalu. Namun Foppe gagal membawa timnas meraih juara, bahkan timnas kala itu kalah dari irak dengan poin 0-6 di Al-Ahly Stadium.

  • Wim Rijsbergen

Wim Rijsbergen mengawali karirnya sebagai pelatih sepakbola Indonesia pada tahun 2011 untuk PSM Makassar dan menjadi pelatih timnas awal tahun 2012 menggantikan Alfreid Rield.

Dari beberapa pelatih kelas internasional yang pernah singgah di perjalanan sejarah timnas, tentu hal itu tidak secara otomatis menjadi katrol untuk mengukir prestasi timnas di ajang sepakbola internasional.

Artikel Lainnya