UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Andi Darussalam Temui Komdis PSSI, Ada Tokoh akan Dipanggil Lagi

Ditulis pada 07 Oct 2015
oleh :

Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Ahmad Yulianto, mengatakan pihaknya akan memanggil nama baru untuk dimintai keterangan perihal match fixing atau pengaturan pertandingan di sepak bola Indonesia. Hal ini disampaikan setelah mendapat keterangan dari Mantan Presiden Direktur PT Liga Indonesia yang juga sempat menjadi manajer timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla.

Andi Darussalam (ADS) sebelumnya dipanggil berkaitan dengan keterangan BS atau yang belakangan dikenal sebagai Bambang Suryo. Keterangan BS yang dimaksud yang termuat di salah satu majalah. Andi Darussalam atau ADS disebut sebagai orang kuat, yang berkaitan dengan judi di sepak bola Indonesia.

Andi Darussalam semula dijadwalkan bertemu Komdis, Kamis (1/10). Namun, pertemuan baru bisa terjadi Selasa (6/10).

“Ada banyak hal yang disampaikan Andi Darussalam, terutama soal betapa bobroknya sepak bola Indonesia karena ada match fixing, pengaturan. Itu membuat PSSI harus belajar dan menentukan sikap,” kata Ahmad Yulianto.

Menurut Ahmad Yulianto, Andi Darussalam tak menampik ada match fixing di sepak bola Indonesia. Hanya saja, Ahmad Yulianto tak ikut menjelaskan apa yang disampaikan oleh BS.

“Sesuai pernyataan ADS, perjudian, pengaturan, match fixing, benar terjadi. Yang diterima masyarakat memang benar. ADS siap membantu bersama-sama, minimal mengurangi. Ia siap datang memberikan masukkan dan strategi yang tepat.”

“Banyak yang diceritakan dan akan kami kembangkan dan panggil banyak nama untuk dikonfimasi. Untuk nama itu, kami masih harus bicarakan karena tokoh yang perlu dikonfirmasi.”

“Fungsi Komdis bukan hanya untuk menghukum, tapi memeriksa untuk mendapat masukkan dan memberi gambaran sistm-sistem serta tindakan preventif seperti apa agar sepak bola lebih baik,” sambung Ahmad Yulianto.

Artikel Lainnya