UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Gunawan Hadir, Komdis Minta Konfirmasi PT Liga dan Komek PSSI

Ditulis pada 27 Aug 2015
oleh :

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akan memanggil petinggi PT Liga Indonesia dan anggota Komite Eksekutif PSSI, Djamal Aziz. Pemanggilan akan dilakukan menyusul hadirnya mantan pelatih Persipur Purwodadi dalam sidang Komdis yang digelar di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8).

Itu setelah beberapa kali Gunawan tidak hadir meski diundang. Sidang dipimpin oleh Ketua Komdis, Ahmad Yulianto dan Gunawan kembali menjelaskan perihal kasus match fixing yang pernah dialami.

Sebelumnya, Gunawan sempat mengaku ikut terlibat. Tak hanya dirinya, ia juga menyebut manajer hingga tukang cuci tahu pengaturan pertandingan yang melibatkan Persipur Purwodadi di Divisi Utama pada 2013. 

“Saya mengulas kembali, tidak ada ditambahkan atau dikurangi,” kata Gunawan usai sidang tersebut.

Pemanggilan PT Liga Indonesia dan Djamal Aziz untuk memeriksa kebenaran pernyataan Gunawan. “Tadi kami memeriksa Gunawan sehubungan dengan pernyataan di salah satu televisi dan media massa,” kata Ahmad Yualianto. 

“Ada catatan penting yang ingin kami kembangkan untuk itu memanggil PT Liga dan anggota Komek PSSI, Djamal Aziz. Ada kaitan terutama tetang bagaimana terjadinya match fixing. Dijelaskan saat itu terjadi karena kompetisi tidak punya sistem degradasi sehingga tim papan bawah cenderung bermain. Ini yang ingin kami dalami,” kata Ahmad Yulianto.

“Djamal Aziz dipanggil karena menurut Gunawan beberapa kali coba ditelepon. PT Liga dan Djamal Aziz akan dipanggil ikut sidang, Kamis  (3/9),” terang Ahmad Yulianto.

“Komdis bukan hanya menghukum, tapi juga memberikan catatan, termasuk bantuan. Menghilangkan match fixing memang tidak mudah, tapi setidaknya bisa mengeliminir dan bisa memberi pengaruh ke sepak bola Indonesia,” tambahnya.

Artikel Lainnya