UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Kompetisi Tak Bisa Bergulir, PT Liga Rugi Sampai 7,5 Miliar

Ditulis pada 25 Oct 2015
oleh :

PT Liga Indonesia mengalami kerugian mencapai 7,5 miliar rupiah. Ini sebagai akibat tak bisa dijalankannya agenda, terutama kompetisi. Izin dari kepolisian yang tak kunjung keluar menjadi penyebabnya.

Hal ini disampaikan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Hotel Park Lane, Jakarta, Sabtu (24/10). Tanggal 24 Oktober dipilih, karena sebelumnya dijadwalkan sebagai kick-off ISL musim 2015/2016.

“Mei 2015 merupakan RUPS terakhir. Kalau dilihat lagi, Mei-Oktober semua tidak bisa dieksekusi. Program yang direncanakan terkait dengan agenda kompetisi, diketahui tidak memeroleh izin,” kata Joko Driyono.

“Tadi diskusi dengan pemegang saham (klub ISL dan PSSI). Sebenarnya menjadi data rahasia. Kisarannya, bahwa Liga Indonesia mengalami kerugian berjalan sudah 7,5 miliar dalam tahun 2015,” sambungnya.

Berangkat dari kerugian itu, PT Liga Indonesia bersama pemegang saham menyepakati beberapa hal, di mana salah satunya untuk meminimalisir kerugian.

“Harus efesiensi dan rasionalisasi. Tapi spirit harus fokus ke dua program berikutnya. Permintaan direksi untuk melakukan evaluasi dan tindakan-tindakan yang diperlukan hingga pemutusan kontrak komersial yang existing agar bisnis Liga Indonesia memiliki peluang setelah semuanya normal.”

“Pemegang saham juga setuju bahkan meminta direksi mengambil terobosan berupa aksi koorporasi. Salah satu opsinya melakukan kemitraan strategis terhadap bisnis Liga.”

“Esensinya PT Liga sebagai legal entity yang independen sehingga harus membedakan antara aktivitas bisnis dengan polemik dan konflik. Liga Indonesia punya terobosan untuk terus hidup,” sambung Joko Driyono.

PT Liga Indonesia juga akan melakukan langkah untuk mengurangi beban. Di antaranya dengan menutup beberapa program.

“Seperti program pengembangan ke Jepang dan Spanyol. Outsourcing kaitan dengan IT, sistem administrasi ditahan. Kemungkinan juga efisiensi dan restruktur di Liga, seperti karyawan. Kami coba opsi lain.”

Artikel Lainnya