UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

PT Liga Akui Kompetisi Indonesia Tertinggal Jauh dari Thailand

Ditulis pada 27 Aug 2015
oleh :

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, mengakui bahwa kompetisi sepak bola Indonesia seperti ISL sudah tertinggal jauh jika dibandingkan Thailand. Upaya mengejar ketertinggalan disebut masih sulit mengingat masih bergulirnya persoalan, yang melibatkan PSSI dan Menpora, Imam Nahrawi.

Dari sisi pembiayaan, klub Thailand disebutkan Joko Driyono telah menyiapkan angka sangat besar untuk mengarungi kompetisi. Ini berbeda dengan klub di Indonesia.

“Kami punya sampling salah satu klub Thailand yaitu Muangthong, yang bukan berada di level atas. Sementara klub kita yang menyiapkan angka 50 miliar sudah dirasa punya kelas terbaik. Muangthong dalam setahun menyiapkan 12 juta US atau hampir 150 miliar rupiah,” jelas Joko Driyono.

“Jangankan dengan Eropa, Indonesia dalam posisi cukup jauh di kawasan Asia Tenggara,” tambah Joko Driyono.

Joko Driyono menambahkan bahwa Indonesia pernah dalam posisi terbaik di kawasan Asia Tenggara. Itu terjadi pada 2008-2009. 

“Kami berharap turbulensi dan kesulitan organisasi harus segera dilewati agar bisa mengejar ketertinggalan,” terangnya.

“Pada 2008/2009, kompetisi Indonesia masuk delapan terbaik dan terbaik di Asia Tenggara dan sekarang kita terjun bebas, mungkin berada di posisi ketiga dan kelima Asia Tenggara. Posisi Liga Indonesia mencoba untuk tetap mempersiapkan improvement agar stabilitas industri kompetisi Indonesia terjaga,” kata Joko Driyono.

Artikel Lainnya