UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Sepak Bola Gajah Match Setting, Supardjiono Terancam Hukuman

Ditulis pada 12 Sep 2015
oleh :

Manajer PSS Sleman saat terjadinya sepak bola gajah antara PSS melawan PSIS Semarang di Divisi Utama, Supardjiono, terancam hukuman berat. Ini diketahui dari Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Ahmad Yulianto.

Itu setelah sidang Komdis PSSI yang kembali digelar di Kantor PSSI, Senayan, Kamis (10/9). Supardjiono hadir bersama asisten pelatih PSS saat terjadinya sepak bola gajah, Edi Broto, dan Panpel laga PSS, Erry Febrianto alias Ableh setelah adanya panggilan ketiga. Dua nama lain Rumadi dan mantan pengurus PSS, Subardi tidak ada.

Supardjiono cs. dipanggil setelah empat mantan penggawa PSS, yaitu Hermawan Putra Jati, Satrio Aji, Ridwan Awaludin, dan Moniega Bagus memberikan keterangan kepada Komdis PSSI saat sidang, Selasa (18/8). Supardjiono, yang sebelumnya lolos dari hukuman Komisi Disiplin, disebut-sebut terlibat karena ikut menyuruh mengalah. 

Selain itu, eks pemain PSS juga menjelaskan adanya skenario sebelum menghadap Komdis PSSI, yang saat itu masih dipimpin Hinca Panjaitan. Skenario itu dibuat untuk menutupi aktor dan itu dibuat sebelum berangkat menghadap dan mengikuti sidang Komdis PSSI.

“Supardjiono memberi keterangan. Sesuai keterangannya, Supardjiono memberi gambaran dan hitung-hitungan kalau bertemu dengan Borneo FC. Ini karena ada catatan dalam beberapa pertandingan Borneo memperoleh 11 penalti. Supardjiono kemudian mempersilakan pelatih kepala dan asistennya mengimplementasikan,’ kata Ahmad Yulianto.

“Keterangan ini tak sepenuhnya sama saat ia diperiksa Ketua Komdis sebelumnya, Hinca Panjaitan. Saat sidang dengan Hinca, seakan-akan Ableh, tapi saat pertandingan PSS melawan PSIS, ia tak ada di sana karena berada di Kalimantan Selatan sehingga tidak bisa jadi kambing hitam.”

“Supardjiono kemudian tidak bisa mengelak, begitu juga yang lainnya. Faktanya begitu, anak-anak PSS juga berada di bawah tekanan manajemen,” sambungnya.

Menurut Ahmad Yulianto, Komdis PSSI kemungkinan mengeluarkan keputusan Kamis (17/9). “Saya tidak bisa berandai-andai. Kamis depan mungkin kami mengeluarkan keputusan.

Ahmad Yulianto juga menjelaskan bahwa laga yang dicap sebagai sepak bola gajah itu berstatus match setting, bukan match fixing. “Ini karena untuk menghindari Borneo FC sehingga bukan match fixing.”

“Ternyata di sepak bola ada persoalan match setting dan match fixing. Match setting untuk menang dan kalah, kalau match fixing berkaitan dengan judi sehingga diatur menangnya, termasuk menit golnya.”

Artikel Lainnya