UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Tergantung Menpora, Kemenpora Kasasi ke MA Usai Kalah di PTTUN

Ditulis pada 06 Nov 2015
oleh :

Juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan bahwa Menpora, Imam Nahrawi menjadi penentu apakah menempuh kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hal ini disampaikan oleh Gatot menyusul kembali kalahnya Kemenpora di lembaga peradilan, di mana terbaru di di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.

Kemenpora kalah setelah mengajukan banding terhadap putusan PTUN yang memenangkan PSSI. Gugatan PSSI terhadap SK Menpora bernomor 01307 tertanggal 17 April 2015 berupa pembekuan PSSI dikabulkan PTUN dan Imam Nahrawi diminta untuk mencabut SK tersebut.

Hal ini diketahui lewat surat pemberitahuan amar putusan bernomor W2.TUN 1532/HK.06/XI/2015 yang ditandatangani oleh Muljadi, S.H selaku Wakil Panitera PTTUN Jakarta atas perintah Ketua Majelis Hakim PTTUN Jakarta.

Baca juga: Kemenpora Kembali Kalah dari PSSI, Terbaru di PTTUN

Sementara keputusan tertuang dalam amar putusan PTTUN Jakarta nomor 266/B/2015/PT.TUN.JKT, tanggal 28 Oktober 2015. Dalam amar putusan berbunyi, menerima permohonan banding dari tergugat/pembanding, menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta nomor 91/G/2015/PTUN.JKT tanggal 14 Juli 2015 yang dimohon banding, menghukum tergugat/pembanding membayar biaya perkara dalam dua tingkat peradilan, yang dalam pemeriksaan banding ditetapkan sebesar Rp250 ribu.

“Poin pertama kami menghormati apapun keputusan dari PTTUN. Kedua bagaimana selanjutnya. Sami perlu tanya kuasa hukum kami. Saya tanya langsung, mereka mengatakan akan melaporkan ke pak Menteri setelah pro-aktif mendapat berkas,” kata Gatot di program televisi.

“Apakah kasasi? Lihat saja. Prinsipnya kami juga tidak ingin memperpanjang masalah ini. Kasasi bahasa matematika ketidakpastian. Kami akan melaporkan ke pak menteri dan pak menteri-lah akan memutuskan,” sambung Gatot.

Sementara itu, PSSI lewat Tim Pembelanya berharap Kemenpora tidak menempuh kasasi. Ini karena akan memperpanjang persoalan di jalur hukum. PSSI menyarankan duduk bersama mencari solusi untuk sepak bola Indonesia.

Artikel Lainnya