UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Sang Juara Disambut di Gerbang Brandenburg-JPNN.com

PULUHAN ribu suporter menyambut kedatangan Philipp Lahm dkk di pusat kota Berlin kemarin.  Mereka sudah memadati gerbang Brandenburg di kota Berlin sejak kemarin pagi waktu setempat.  

Nah, teriakan dan yel-yel dari ribuan suporter dengan mengenakan kostum dan atribut timnas Jerman itu langsung membahana ketika bis beratap terbuka yang mengangkut Lahm dkk dari bandara Tegel melintas.  

Pada bodi bus tersebut tertulis tahun 1954, 1974, 1990 dan 2014. Itu adalah tahun di mana Jerman empat kali menjadi juara dunia. Rombongan timnas Jerman sendiri mendarat di Tegel sekitar pukul delapan pagi waktu setempat.  

“Ini momen yang bersejarah,” kara Bernd Hesse, seorang sopir bus di Berlin kepada AFP.  Menurutnya, fans Jerman memang sudah lama menunggu pesta perayaan juara bagi timnasnya. Momen itu sudah lama berlalu, tepatnya setelah mereka menjadi jawara pada Piala Dunia 1990.  

Karena itu, jika kemarin suporter Jerman begitu antusias menyambut kedatangan Joachim Loew dan pasukannya, Hesse bisa memaklumi.  “Karena, tidak setiap hari Anda melihat pemandangan semacam ini,” timpalnya.

Bus yang mengangkut rombongan timnas Jerman itu langsung berhenti di Gerbang Brandenburg. Gerbang yang menjadi simbol penyatuan Jerman Barat dan Timur itu,  memang menjadi pusat perayaan pesta juara tim Panser.  

Setelah bertemu walikota Berlin Klaus Wowereit, Lahm dkk kemudian didaulat naik panggung khusus di Gerbang Brandenburg untuk memamerkan trofi juara.  Suporter yang tak bisa melihat momen tersebut dari dekat, bisa menyaksikan lewat layar raksasa.  

“Ini cara saya untuk mengucapkan terima kasih,” kaya Lydia Lampa, seorang staf perusahaan iklan di Berlin yang sengaja mengambil cuti untuk menyambut kedatangan Lahm dkk.

“Semua laga Jerman mengasyikkan.  Karena itu, saya ingin menyaksikan para pemain setidaknya sekali seumur hidup. Saya menangkap sinyal positif dari tim ini sejak awal turnamen dan saya langsung berkata, oke”kali ini kita bakal juara,” paparnya.

Sementara itu, Ulrich Felgentreff yang mengaku lahir pada 1954 atau tahun saat Jerman pertama kali juara, mengaku bangga bisa kembali menjadi saksi sejarah keperkasaan tim Panser. “Semua orang merasa bangga,” ucapnya.

“Jerman layak juara. Namun pertandingan melawan Brasil  tetap yang terhebat,” timpalnya. (apu/bas)

Read More

Artikel Lainnya