UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Seedorf Masuk Bursa Pelatih Brasil-JPNN.com

RIO DE JANEIRO – Sampai dengan empat tahun silam, skenario ini memang tak pernah terlintas: tim nasional Brasil ditangani pelatih non-Brasil.

Bagaimana mungkin negeri juara dunia lima kali sekaligus pengekspor pemain terbanyak malah harus mencari tenaga asing?

Tapi, kegagalan memalukan di Piala Dunia 2014 seperti membuka banyak mata di Brasil: ada yang salah dengan pengelolaan sepak bola di negara tersebut. Pembenahan jelas butuh waktu, padahal Brasil sesegera mungkin membutuhkan sosok yang bisa membangkitkan lagi Selecao, sebutan Brasil, untuk menggantikan Luiz Felipe Scolari. Sebab, tahun depan mereka sudah harus bertempur di Copa America di Cile.

Karena itulah, seperti dilansir AFP kemarin, di luar dua kandidat domestik, Tite dan Muricy Ramalho, mulai dipertimbangkan pula calon pelatih non Brasil. Persisnya dari Eropa karena toh mayoritas penggawa Selecao merumput di Benua Biru tersebut.

Salah satu nama yang mengemuka adalah Clarence Seedorf. Seedorf memang gagal bersinar saat menangani AC Milan selama setengah musim di musim lalu.

Tapi, mantan bintang Belanda tersebut memiliki pengalaman merumput di Brasil bersama Botafogo di pengujung karir sebagai pemain. Dia juga fasih berbahasa Portugis.

Sebenarnya, dua tahun silam, sempat muncul pula kabar kalau Brasil mengincar Pep Guardiola yang ketika itu masih menganggur. Tapi, nama Pep yang kini menangani Bayern Muenchen akhirnya tenggelam karena kuatnya resistensi.

Scolari dan seluruh staf kepelatihannya resmi mengundurkan diri Senin lalu (14/7). Pelatih yang mengantarkan Brasil juara di Piala Dunia 2002 itu hanya bisa mengantarkan Selecao ke semifinal sebelum dihajar Jerman 1-7 dan dibekuk Belanda 0-3 di perebutan posisi ketiga.

“Scolari dan seluruh staf teknisnya patut diberi respek dan ucapan terima kasih. Mereka mengembalikan kecintaan orang kepada Selecao, meskipun target utama gagal teraih,” kata Jose Maria Marin, presiden CBF (Federasi Sepak Bola Brasil) yang akan lengser akhir tahun ini, seperti dikutip Associated Press.  

Tite alias Adenor Leonardo Bacchi adalah pelatih yang membawa Corinthians juara Copa Libertadore dan Piala Dunia Antarklub di tahun yang sama, 2012. Juga, Recopa Sudamericana 2013.

Sedangkan Muricy Ramalho tercatat empat kali menjuarai Serie A Liga Brasil empat kali, tiga di antaranya bersama Sao Paulo dan sekali dengan Fluminense. Gelar internasional tertingginya adalah Copa Libertadores 2011 bersama Santos.
Saat Dunga dipecat seusai Piala Dunia 2010, Ramalho sebenarnya sudah ditawari CBF untuk menjadi pengganti. Tapi, klubnya saat itu, Fluminense, menolak untuk melepaskan.

Di luar kedua nama tersebut, mengapung pula nama Alexandre Gallo. Dia dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling potensial di Brasil saat ini. Prestasi terbarunya adalah membawa Brasil U-21 menjuarai Turnamen Toulon di tahun ini.
Selain itu ada pula Cuca, pelatih yang sukses mengantarkan Atletico Mineiro pada 2013. Kini Cuca berkarir di Tiongkok bersama Shandong Luneng. (ttg)

Read More

Artikel Lainnya