UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

8 Pernyataan Sikap Persatuan Islam Soal Insiden Tolikara

Ditulis pada 19 Jul 2015
oleh :

8 Pernyataan Sikap Persatuan Islam Soal Insiden Tolikara


Presiden Gereja Injili di Inonesia (GIDI), Pendeta Dorman Wandikmbo, meminta maaf ke seluruh umat Islam di Indonesia terutama umat Islam di Tolikara, Papua yang tersakiti oleh peristiwa kericuhan Idul Fitri, Jumat (17/7/2015).


Antara

Bisnis.com, BOGOR- Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (Persis) menentang penyerangan terhadap kaum muslim dan pembakaran mesjid di Tolikara Papua pada hari Lebaran, Jumat (17/7/2015).

Ketua Umum PP Pemuda Persis Tiar Anwar Bachtiar dalam keterangan terstulis terkait insiden penyerangan tersebut mengatakan pihaknya membuat delapan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk keras tindakan Gereja Injil di Indonesia (GIDI) yang melakukan pembakaran mesjid saat tengah dilaksanakannya shalat Idulfitri.

2. Mengultimatum kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab terutama GIDI untuk segera meminta maaf secara terbuka pada umat Islam atas tindakan yang mereka lakukan.

3. Mengutimatum GIDI supaya membayar ganti rugi terhadap kerugian materil yang ditimbulkan atas tindakan tersebut.

4. Mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses kasus ini secara cepat dan tidak diskriminatif.

5. Mengimbau kepada media massa yang selama ini sering memojokkan umat Islam untuk tidak memancing kemarahan umat Islam dengan membuat berita seolah-olah yang menyalahkan umat Islam.

6. Mendesak Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam atas pernyataannya yang menyakiti hati umat Islam.

7. Mengajak seluruh umat Islam menggalang solidaritas untuk membangun kembali mesjid di Tolikara yang lebih besar lengkap dengan fasilitas dakwah lain yang lebih besar.

8. Mengimbau kepada umat Islam untuk mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk berjihad secara fisik menghadapi musuh-musuh Allah SWT.

Artikel Lainnya