UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Dana pencadangan bank masih tumbuh

Ditulis pada 12 Jul 2016
oleh :

Dana pencadangan bank masih tumbuh

foto ist

itoday –  Sampai akhir kuartal II 2016, perbankan tetap bersiaga menghadapi lonjakan kredit bermasalah. Itu sebabnya, perbankan kemungkinan besar masih menambah dana cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Pertimbangannya, kondisi ekonomi sepanjang kuartal II masih fluktuatif.

Meski demikian, kenaikan pencadangan kali ini digadang tak setinggi kuartal sebelumnya. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per April 2016, CKPN bank naik 37,25% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 124,05 triliun.

Pada saat yang sama, rasio kredit macet (NPL) perbankan Indonesia melonjak 52,51% menjadi 2,93%. Salah satu bank yang akan menaikkan CKPN adalah Bank Central Asia (BCA).

Sebagai gambaran, hingga kuartal I 2016, dana pencadangan BCA naik 44,52% menjadi sekitar Rp 9,46 triliun.

Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, walaupun di kuartal II pencadangan naik, nilainya tidak jauh beda dari kuartal I 2016. “Kami akan tambah pencadangan dalam batas normal. Tidak ada yang extra ordinary,” ucap Jahja, Senin (11/7).

Bank Tabungan Negara (BTN) juga bersiap menaikkan pencadangannya, meski tipis saja. “Sebagian besar berasal dari segmen komersial,” ungkap Imam Nugroho Soeko, Direktur Keuangan BTN, kemarin.

Sebagai perbandingan, pada kuartal I 2016, BTN mencatatkan kenaikan pencadangan sebesar 23,4% menjadi sekitar Rp 2,1 triliun.

Bank OCBC NISP juga akan melakukan hal serupa. Direktur Utama OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan, porsi kenaikan dana pencadangan itu menyesuaikan dengan antisipasi risiko kredit. “Trennya mirip dengan kuartal I-2016,” kata Parwati kepada KONTAN.

Pada akhir kuartal I 2016, NISP menyisihkan dana pencadangan sebesar Rp 2,1 triliun.

Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin juga memprediksikan akan menambah anggaran pencadangan pada kuartal II 2016, meski hanya meningkat 0,5%. “CKPN ini utamanya berasal dari sektor perdagangan dan konstruksi,” ujar Glen.

Bicara soal prospek kredit, Glen memprediksikan, hingga akhir tahun ini Bukopin kemungkinan mencetak pertumbuhan kredit 10%. Pertumbuhan di bawah target awal sebesar 12%.
Sumber: Kontan.co.id

Artikel Lainnya