UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

AMTI minta pabrik rokok berikan kredit ke petani

Ditulis pada 01 Jul 2015
oleh :

JAKARTA. Petani tembakau masih kesulitan mendapatkan kredit perbankan. Oleh karena itu Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) mendorong pabrikan rokok untuk merangkul lebih banyak petani.

Ketua Umum AMTI Budidoyo menjelaskan, banyak manfaat yang didapat petani ketika dirangkul pabrikan lewat kemitraan. Petani akan mendapat pembiayaan menanam lahan, benih sampai panen.

Petani juga mendapat pelatihan dan pembinaan (good agricultural practice) sehingga ada perubahan mindset petani, cara menanam, budidaya. Dengan begitu, kualitas tembakau lebih baik, pasar lebih terjamin, dan produktivitas petani berkelanjutan. “Kemitraan bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Budidoyo.

AMTI akan membantu petani membentuk kelompok atau kelembagaan agar lebih mudah dirangkul oleh pabrikan. Jumlah petani tembakau yang tercatat AMTI mencapai 2 juta orang. Tapi, jumlah petani yang dirangkul lewat kemitraan, kata Budidoyo, masih sangat kecil.

Budidoyo mengklaim, kebutuhan tembakau industri masih cukup besar. Misalnya, kapasitas produksi pabrik sebesar 330 miliar batang atau setara 330.000 ton tembakau. Sedangkan tembakau sekarang hanya memenuhi sekitar 187.000 ton.

Editor: Uji Agung Santosa

Read More

Artikel Lainnya