UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Mudik Lebaran, Rp 90 Triliun Mengalir Ke Daerah

Ditulis pada 08 Aug 2013
oleh :

Ilustrasi (IST)

itoday- Perayaan Hari Raya Idul Fitri dengan tradisi mudik ternyata berdampak besar bagi perekonomian daerah. Meningkatnya volume pemudik tahun ini diperkirakan dapat mengalirkan Rp90 triliun uang ke daerah dari aktivitas mudik.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah di Jakarta, menyebut aktivitas masyarakat yang melakukan rutinitas pulang kampung atau mudik Hari Raya Idul Fitri ternyata membawa dampak besar bagi perekonomian daerah. 

“Dana Rp90 triliun mengalir baik dari pembarayan zakat, transportasi, konsumsi, belanja oleh-oleh, hingga kiriman untuk perbaikan rumah dan furnitur,” kata Firmanzah seperti dikutip dari situs Setkab.go.id.

Angka Rp90 triliun itu diperkirakan berdasarkan jumlah pemudik tahun ini yang mencapai 30 juta orang yang berasal dari kota besar maupun dari luar negeri. Lebih dari separuhnya, atau 55% di antara mereka, melakukan pergerakan dengan menumpang kendaraan pribadi dan 45% yang menggunakan angkutan umum.

Sementara dari data yang dikutip dari Kementerian Perhubungan, menyebut secara persentase kumulatif jumlah pemudik 2013 dibandingkan 2012, naik berkisar 6,7%, di mana pemudik diperkirakan mencapai 30 juta orang.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas mudik Lebaran 2013 ini, diyakini Firmanzah, merupakan ‘buah’ dari stabilnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kelas menengah di Indonesia dan mulai dirasakannya manfaat perbaikan konektivitas nasional, yang meliputi perbaikan berbagai infrastruktur dasar jalan raya, pelabuhan, dan bandara.