UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Cara Djarum besarkan bisnis internet & multimedia

Ditulis pada 29 Jun 2015
oleh :

JAKARTA. Grup Djarum lewat PT Global Digital Prima (GDP) Venture semakin asyik menggeluti bisnis teknologi digital dan multimedia. GDP Venture tak hanya jeli menangkap peluang menyuntik start up potensial, namun juga rajin melahirkan start up sendiri.

GDP Venture digadang-gadang mengincar Go-Jek sebagai start up potensial yang akan disuntikan modal. Namun, Martin B.Hartono, CEO GDP Venture menampik isu tentang GDP Venture sebagai investor Go-Jek.

“Kami tidak ikut membiayai Go-Jek. Terima kasih atas konfirmasinya,” kata Martin lewat surat elektroniknya kepada KONTAN, Sabtu (27/6).

Sayang, email KONTAN sebelumnya yang berisi tentang nilai investasi dan target bisnis GDP Venture tak berbalas. Yang jelas, GDP Venture serius membesarkan usaha start up yang ada di bawahnya. Contohnya, Kaskus dan Blibli.

Sebelumnya, Head of Media and Partnership GDP Venture Ossy Indra Wardhani menyatakan, portofolio bisnis digital tak hanya berupa e-commerce, tapi juga situs komunitas, media dan konten. Saat ini, sudah ada 20 perusahaan lebih yang berada di bawah naungan GDP Venture. Menurutnya, lebih dari 20 perusahaan tersebut saling bersinergi untuk meningkatkan penetrasinya.

“Perusahaan-perusahaan kami bisa saling bersinergi, sama-sama punya basis anggota yang bisa menjadi reader dan buyer sekaligus,” katanya.

Contoh sinergi yang dilakukan GDP adalah kolaborasi yang dilakukan Kaskus, Blibli dan Kincir.com dalam program Koleksi Idola. Kolaborasi ini diharapkan bisa meningkatkan trafik masing-masing situs. Sayang, Ossy tidak bisa mengungkap berapa target trafik dan pendapatan dari program ini.

Yang jelas, ke depannya, demi memacu bisnisnya ini, masing-masing perusahaan bakal melakukan berbagai inovasi. “Contohnya dengan membuat mobile aplikasi bagi anak-anak perusahaan kami yang belum punya mobile aplikasi,” terangnya tanpa menyebut spesifik apa saja perusahaan yang belum punya mobile aplikasi.

Ossy juga bilang, ke depan tak menutup kemungkinan bagi GDP Venture untuk mengembangkan situs komunitas khusus perempuan, ibu dan anak, otomotif, dan lain-lain. Saat ini, menurutnya, belum ada perusahaan di bawah GDP yang khusus kembangkan hal itu. Beberapa situs digital yang dikembangkan GDP adalah infokos, opini.id, blibli.com, kaskus, dailysocial, mindtalk, dan lain-lain.

Berdasar data yang diterima KONTAN, GDP Venture berdiri sejak 2012 dan hingga kini setiap bulan grup GDP Venture memiliki 90 juta jumlah pengunjung dengan 35 juta unik IP, 800 juta pageviews, 20 juta Facebook fanpage, 2,5 juta follower Twitter, dan 2,3 juta aplikasi yang telah diunggah dan 8,9 juta member.

Editor: Barratut Taqiyyah

Read More

Artikel Lainnya