UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Tol Bawen-Salatiga mulai digarap akhir Juni

Ditulis pada 30 Jun 2015
oleh :

JAKARTA. Jalan Tol Semarang-Solo Ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer (Km) yang dioperasikan oleh PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) telah menyelesaikan proses tender konstruksi dan akan segera melakukan pekerjaan konstruksi pada akhir Juni 2015. Proses tender konstruksi Ruas Bawen-Salatiga tersebut dibagi dalam 6 paket.

David Wijayatno Corporate Secretary PT Jasa Marga Tbk mengatakan, setelah melalui tender sejak bulan Februari 2015, maka para pemenang tender konstruksi untuk kontraktor adalah PT Adhi Karya Tbk untuk Paket 3.1 Ruas Bawen-Polosiri, PT PP Tbk untuk Paket 3.2 Ruas Polosiri-Sidorejo, dan PT Nindya Karya KSO dengan PT Jaya Konstruksi untuk Paket 3.3D Ruas Sidorejo-Tengaran.

Sedang sebagai konsultan untuk Paket 3.1 PT Eskapindo Matra dan PT Dessa Cipta Rekayasa (KSO), Paket 3.2 PT Yodya Karya dan PT Mitrapacific Consulindo International (KSO), serta Paket 3.3D PT Perentjana Djaja. Untuk Paket 3.3B yang menghubungkan Sidorejo-Tengaran masih dalam proses lelang konstruksi oleh PT TMJ, dan Paket 3.3 A dan 3.3 C ruas Sidorejo-Tengaran, proses lelang konstruksi dan konsultan dilakukan langsung oleh Pemerintah.

Seksi III Ruas Bawen-Salatiga ini merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I Ruas Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 km yang telah dioperasikan sejak 17 November 2011, dan Seksi II Ruas Ungaran-Bawen sepanjang 12 km yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014. Saat ini progres pembebasan tanah Ruas Bawen-Salatiga hampir rampung dan telah mencapai 96,78%.

“Diharapkan pada akhir bulan Juni ini, pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai dan diharapkan pada lebaran tahun 2016, ruas ini sudah selesai dikonstruksi dan dapat segera beroperasi,” kata David, dalam siaran persnya, Senin (29/6).

Selanjutnya, untuk Seksi IV Ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,40 km saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,93%. Sedangkan Seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,64 km juga masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sebesar 46,48%. Diharapkan, keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dikonstruksi dan beroperasi pada akhir tahun 2017.

Jalan Tol Semarang-Solo sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Jawa, memiliki arti strategis bagi pengembangan jaringan jalan khususnya di Jawa Tengah dan juga bagi perkembangan jaringan jalan dalam skala regional.

Seiring perkembangan wilayah Provinsi Jawa Tengah yang cukup pesat, Semarang sebagai Ibukota Provinsi memiliki peran besar dalam mendorong kegiatan perekonomian yang diperkuat transportasi pelabuhan laut Tanjung Emas dan Bandara Ahmad Yani.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah Jawa khususnya Jawa Tengah maka dibangunlah Jalan tol Semarang-Solo dengan panjang total 72,64 km yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga Tbk dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (BUMD) dengan komposisi saham 60% dan 40%.

Jalan tol dengan nilai investasi sebesar 7,30 triliun ini diharapkan mampu memperlancar jalur ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya, seperti Ungaran.

Editor: Sanny Cicilia

Read More

Artikel Lainnya