UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Penting Bagi Pengusaha! Konsumen Modern Kini Butuh Produk Dengan Nilai Lebih

Ditulis pada 25 Jun 2016
oleh :
Tag:

menghadapi konsumen modern

Seperti diketahui bersama bahwa saat ini perkembangan sudah menjalar dalam setiap aspek kehidupan manusia. Demikian juga dalam ranah bisnis, dengan masuknya beragam #teknologi mutakhir, aspek-aspek bisnis juga semakin dinamis. Salah satu aspek bisnis yang juga ikut berkembang adalah dari sisi konsumen.

Disadari atau tidak oleh para pebinsis, konsumen modern kini sudah semakin cerdas dalam menentukan alternatif pemenuhan kebutuhannya. Dan wajib diketahui juga, pada tipe konsumen modern yang  cerdas dan kritis, harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan utama mereka menjatuhkan pilihan. Karena umumnya saat ini selain kualitas, nilai lebih dari sebuah produk juga menjadi tolak ukur apakah produk tersebut worth it untuk dibeli atau tidak.

Bagi rekan-rekan semua yang saat ini menggeluti dunia bisnis atau baru akan terjun ke dalamnya, sangat  penting untuk mulai mengupgrade mindset kita  bahwa konsumen sudah semakin pintar. Konsekuensinya, sebagai pebisnis kita juga harus lebih getol mencari startegi bisnis yang sesuai dengan tipe konsumen tersebut. Nah, salah satu langkah jitunya adalah dengan menambahkan nilai lebih pada produk atau jasa yang kita tawarkan.

Sebagai informasi, pada tahun 2013 lalu sebuah lembaga survey bisnis bernama Cone Communications’ Echo Global CSR mengadakan sebuah studi dan hasilnya, lebih dari 90% konsumen yang menjadi obyek penelitian mengungkapkan bersedia berpindah untuk membeli produk lain jika produk tersebut mempunyai nilai lebih dalam hal ini yakni tujuan baik (good cause) dalam kampanyenya. Maksud tujuan baik adalah seperti mengangkat tema amal atau mendukung sebuah langkah pelestarian lingkungan.

Faktor good cause ini juga juga nampak pada survey yang dijalankan lembaga Nielsen, di masa hasilnya hampir  50% respondennya memilih sebuah produk dari perusahaan atau produsen yang ikut menyuarakan dan membantu kegiatan sosial kemanusaian.

Dari sini, ada beberapa tips yang bisa dijalankan bagi para pengusaha dalam menghadai kelompok konsumen yang seperti ini. Berikut ulasannya.

Artikel Lainnya