UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Pertumbuhan DPK perbankan Sumbar melambat

Ditulis pada 15 Jun 2016
oleh :
Pertumbuhan DPK perbankan Sumbar melambat

foto ist

itoday – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada triwulan I 2016 melambat.

“Penghimpunan DPK oleh perbankan pada triwulan I 2016 tercatat hanya Rp 34,1 triliun. Pertumbuhannya hanya 7,4% atau melambat dibandingkan triwulan IV 2015 yang pertumbuhannya mencapai 11,3%,” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko di Padang, Selasa (14/6).

Menurutnya, sesuai siklus, minimnya transfer dana APBN, realisasi APBD dan perlambatan kinerja perekonomian secara umum berdampak pada perlambatan dana pihak ketiga.

Perlambatan pertumbuhan DPK pada awal tahun 2016 terutama terjadi pada jenis giro dan deposito, sementara untuk tabungan relatif masih tumbuh cukup baik.

Ia mengatakan, masih belum turunnya dana transfer APBN ke daerah menyebabkan pertumbuhan giro turun dari 13,9% menjadi hanya 7,9%. “Hal ini terindikasi dari pertumbuhan dana giro Pemda pada triwulan I 2016 yang hanya 3,8%, sementara jenis tabungan relatif masih tumbuh cukup tinggi mencapai 13,8%,” papar Puji.

Puji menyampaikan, berdasarkan fokus grup diskusi yang dilakukan bersama perbankan di Sumbar, peningkatan DPK khususnya tabungan hanya terjadi pada periode atau bulan-bulan tertentu khususnya setiap akhir dan awal tahun dan bersifat situasional.

“Struktur DPK bank umum Sumbar cenderung didominasi dana murah seperti tabungan dan giro, dibandingkan deposito,” katanya. Pangsa tabungan mencapai 46,8%, giro 20,9% dan deposito 32,3%.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar Indra Yuheri menyebut, pertumbuhan aset perbankan di Sumbar dalam tiga tahun terakhir tumbuh dari Rp 43,64 triliun menjadi Rp 54,32 triliun.

Menurutnya, ke depan, OJK akan mengembangkan pengawasan terintegrasi terhadap perbankan yang dilakukan berdasarkan risiko kepada bank secara individual maupun yang terintegrasi dengan layanan jasa keuangan lainnya. (Ikhwan Wahyudi)
Sumber: Kontan.co.id

Artikel Lainnya