UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Rupiah kamis pagi menguat menjadi Rp13.328

Ditulis pada 10 Jul 2015
oleh :

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi Rp13.328 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.345 per dolar AS.

“Indeks dolar AS mendapatkan tekanan turun menyusul kabar bahwa Yunani akan mengajukan proposal utang baru, itu mengindikasikan bahwa Yunani masih berkeinginan menjadi bagian dari zona Euro,” kata Kepala riset Monex investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis.

Selain itu, notulen rapat moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mengindikasikan untuk tidak menaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat, juga menjadi salah satu sentimen yang membantu menekan dolar AS.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan rupiah terhadap dolar AS masih cenderung terbatas menyusul masih adanya potensi suku bunga the Fed naik pada tahun ini.

Di sisi lain, dolar AS juga masih berpotensi berbalik arah ke area positif menyusul penurunan tajam pada indeks saham Tiongkok. Situasi itu akan mendorong investor masuk dalam aset yang masuk dalam kategori “safe haven”, salah satunya dolar AS.

Fokus selanjutnya, ia mengatakan bahwa akan tertuju pada proposal Yunani terkkait pencairan dana talangan. Para menteri keuangan zona Euro akan berdiskusi diikuti dengan rapat darurat Eurogroup di akhir pekan ini.

“Rumor terbaru dari mengindikasikan bahwa kesepakatan baru dapat diraih termasuk menyediakan dana talangan untuk jangka waktu 2-3 tahun ke depan untuk Yunani, kemudian diikuti proposal restrukturisasi utang jangka panjang Yunani,” katanya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan the Fed memberikan tanda bahwa masalah Yunani dan perlambatan ekonomi Tiongkok ikut memengaruhi keputusan kenaikan suku bunga acuan.

“Tanda dari the Fed itu mendorong dolar AS bergerak melemah. Tekanan jual pada aset rupiah juga cenderung berkurang,” katanya.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber

Artikel Lainnya