UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Puluhan anak meninggal di Papua, tim baru diturunkan

Ditulis pada 27 Nov 2015
oleh :
Tag:

150717073123_papua_indonesia_640x360_getty_nocredit

Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua baru diturunkan ke Distrik Mbuwa, Kabupaten Nduga, setelah sedikitnya 32 anak meninggal dunia dalam tempo hanya dua bulan karena sebab yang belum diketahui.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, menuturkan tim terdiri dari para pejabat Dinas Kesehatan, Litbang Kementerian Kesehatan, dan Laboratorium Provinsi Papua.

Misi tim yang diturunkan pada Kamis (26/11) tersebut penting untuk mengetahui penyebab kematian anak-anak.

“Karena pemeriksaan lab awal untuk DDR malaria (pemeriksaan parasit malaria) sudah negatif,” jelas Aloysius Giyai dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Ia memastikan jumlah anak yang meninggal dunia di Distrik Mbuwa tercatat 32 orang sejauh ini, sekaligus mengoreksi data yang beredar sebelumnya bahwa jumlah korban lebih tinggi.

“Kasus ini sebenarnya menurut informasi itu bukan kematian satu-dua minggu ini, sudah dua bulan. Jadi macam berapa hari kemudian ada tambah lagi, begitu terus.”

Ditambahkannya sebelum meninggal anak-anak mengalami gejala-gejala yang sama, antara lain demam dan menggigil.

Persoalannya, kematian anak di bawah 10 tahun yang terjadi secara beruntun tersebut baru mencuat belakangan.

Hal itu bisa terjadi, menurut Aloysius Giyai, karena informasi baru disampaikan ke tingkat provinsi beberapa hari lalu.

Sumber: BBC.com

Artikel Lainnya