UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Bayi Lahir Prematur Bisa Diturunkan?

Ditulis pada 24 Sep 2015
oleh :

Suara.com – Tahukah Anda bahwa bayi berjenis kelamin perempuan yang lahir prematur berpotensi melahirkan bayi prematur di kemudian hari?

Potensi tersebut, kata dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA dari FKUI-RSCM, bisa terjadi pada beberapa kasus, yaitu sekitar 20-30 persen.

“Hal ini biasanya terjadi, karena kondisi kandungan yang lemah,” imbuhnya pada peluncuran MamyPoko Preemie Care khusus Bayi Berat Lahir Rendah di Jakarta, Selasa (22/5/2015).

Namun Rina menekankan bahwa bayi lahir prematur tidak disebabkan oleh faktor genetik, dan tidak semua perempuan yang lahir prematur, kelak akan melahirkan bayi prematur juga.

Ini dikarenakan, lanjut dia, bayi yang lahir prematur bisa diperbaiki dengan pemberian nutrisi dan stimulasi tumbuh kembang yang tepat. “Kunci utamanya adalah pemberian ASI yang merupakan makanan terbaik bagi bayi prematur,” imbuhnya.

Bayi lahir prematur biasanya lahir sebelum usia kehamilan 9 bulan 10 hari dengan berat badan kurang dari 2500 gram.

Sumber: Suara.com

Artikel Lainnya