UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Cara Jitu Melawan Pikun Dengan Olahraga

Ditulis pada 30 Jun 2016
oleh :
Cara Jitu Melawan Pikun Dengan Olahraga

foto ist

itoday – Memory harus selalu ada dalam otak untuk menyimpan berbagai macam informasi. Sayangnya, memory tak selalu mampu bekerja dengan baik, sehingga muncul “penyakit lupa” atau yang sering disebut sebagai pikun. Hal ini terjadi ketika otak mengalami penurunan kinerja sehingga tak mampu menggali informasi yang tersimpan atau bahkan kehilangan informasi tersebut selamanya.

Sebenarnya, olahraga adalah cara jitu melawan penyakit pikun. Sebuah penelitian  menunjukkan bahwa olahraga mampu meningkatkan kinerja otak untuk menyimpan memory. Hasil penelitian ini di publish pada jurnal Current Biology.

Tata cara penelitian tentang hubungan antara olahraga dan otak ini adalah dengan membagi 72 responden dalam 3 golongan. Golongan pertama akan melakukan olahraga 35 menit setelah menerima informasi, golongan kedua akan melakukan olahraga 4 jam setelah memperoleh informasi dan golongan ketiga tidak melakukan olahraga sama sekali.

Dua hari kemudian, otak para responden dipindai dengan alat khusus untuk mengetahui aktivitas otak mereka. Hasilnya sangat mengejutkan. Responden yang melakukan olahraga 4 jam setelah menerima informasi memiliki aktifitas otak lebih tinggi. Hal ini membuktikan bahwa memang benar ada hubungan  antara olahraga dan otak.

Salah seorang peneliti menyebutkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak karena saat olahraga tubuh akan memproduksi  dopamine dan norepinephrine. Dua senyawa inilah yang akhirnya memicu tubuh untuk memproduksi protein.  Protein-protein inilah yang kemudian menyuplai kebutuhan otak dan kemudian mencadangkan sebuah ruang baru untuk menyimpan memory. Dengan adanya ruang penyimpanan ini, informasi akan tersimpan dengan baik dan tak akan hilang.

Lalu mengapa harus selang 4 jam? Jawabannya sangat sederhana, yaitu karena otak membutuhkan waktu yang cukup untuk mengkodekan informasi. Jadi, manfaat olahraga untuk otak tak akan didapatkan jika olahraga dilakukan segera setelah mendapat informasi.

Meski penelitian ini telah berhasil menunjukkan manfaat olahraga untuk otak, bukan berarti dapat disimpulkan bahwa olahraga dibutuhkan untuk memperkuat memori. Hal ini dikarenakan responden penelitian masih sangat sedikit. Akan tetapi para peneliti tetap berpendapat bahwa olahraga adalah salah satu cara jitu melawan penyakit pikun.

Artikel Lainnya