UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Waduh, Terlalu Lama Duduk Bisa Merusak Hati

Ditulis pada 22 Sep 2015
oleh :

Suara.com – Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa duduk terlalu lama bisa memicu berbagai masalah kesehatan mulai dari obesitas, kolesterol, serangan jantung, penyakit paru hingga kanker.

Dan sekarang, ada bukti baru lagi tentang dampak dari duduk terlalu lama yaitu, meningkatkan risiko penyakit hati.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Korea Selatan (Korsel) menunjukkan, duduk terlalu lama juga memicu non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau penyakit hati berlemak non-alkohol.

Penelitian yang dipimpin oleh Seungho Ryu dari Kangbuk Samsung Hospital dan tim dari Sungkyunkwan University menyebutkan bahwa NAFLD adalah suatu kondisi di mana kelebihan lemak ditimbun di hati.

Dalam kasus yang parah, lanjut Seungho, bisa menyebabkan akumulasi jaringan parut dan memicu gagal hati. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan obesitas dan resistensi insulin.

Dalam studi tersebut, para peneliti melibatkan 139.056 perempuan dan lelaki. Mereka diminta melakukan ujian fisik di rumah sakit dan juga mengisi kuesioner.

Hasil menunjukkan mereka yang duduk lebih dari lima jam sehari memiliki peningkatan risiko NAFLD 9 persen dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari lima jam sehari. Dan efek ini akan tetap kuat, meski kita berolahraga secara teratur.

Meski demikian, olahraga, kata peneliti, tetap memiliki efek positif untuk tubuh. Ini dikarenakan mereka yang kurang aktif secara fisik menunjukkan risiko NAFLD lebih tinggi dibanding mereka yang lebih aktif. (Live Science)

Sumber: Suara.com

Artikel Lainnya