UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Zat di Dalam Plastik dan Parfum Bisa Pengaruhi Kesuburan Lelaki

Ditulis pada 28 Sep 2015
oleh :

Suara.com – Jangan anggap remeh parfume dan plastik. Penelitian menemukan kalau zat kimia yang terkandung di dalamnya bisa berpengaruh pada kesuburan dan kualitas sperma.

Menurut penelitian terkini, salah satu hal yang dapat memicu perlambatan sperma antara lain paparan bahan kimia yang umum ditemukan pada plastik, seperti wallpaper ruangan, sandal, cat kuku, parfum, lantai dan karpet.

Menurut peneliti dari Lund University di Swedia, lelaki dengan paparan yang lebih tinggi (zat DEHP) atau disebut phthalate dapat memicu perlambatan kecepatan sperma. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor banyak pasangan yang kesulitan memiliki anak.

Untuk mendapatkan temuan ini para peneliti telah mempelajari tingkat metabolit dari phthalate DEHP dalam urin sebagai indikator eksposur, serta melihat kualitas sperma dari 300 pria berusia 18 dan 20 tahun.

Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat metabolit yang lebih tinggi, berpengaruh pada semakin rendahnya motilitas sperma atau kecepatan pergerakan sperma mereka,” kata Jonatan Axelsson, peneliti di departement of laboratory medicine di sebuah universitas.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hanya seperempat lelaki yang memiliki tingkat terendah paparan phthalate. Atau dengan kata lain, sebagian besar responde laki-laki lainnya termasuk yang terpapar oleh bahan kimia yang bisa memperlambat kecepatan spermanya.

Peneliti berujar bahwa lelaki yang terpapar zat ini, maka semakin kecil kemungkinan untuk memiliki anak.

“Sebabnya bisa apa saja, namun salah satunya adalah paparan bahan kimia yang berasal dari plastik,” imbuh peneliti. (Zeenews)

Sumber: Suara.com

Artikel Lainnya