UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Ada Makhluk Lain Dibalik Misteri Hilangnya Pendaki Gunung Sindoro

Ditulis pada 29 Jun 2016
oleh :
Ada Makhluk Lain Dibalik Misteri Hilangnya Pendaki Gunung Sindoro

foto ist

itoday – Berdasarkan cerita misteri Indonesia dari Facebook Tri Sugiharto, semalam Tim Sindoro Sumbing berbincang (TSS) dengan seseorang yang tidak dikenal (OTD) dan aneh ditengah kesibukan aktifitas Base Camp Kledung Gunung Sindoro.

Orang yang tidak mau diambil foto dan tidak berkenan menyebutkan namanya tersebut dapat berbicara dengan “ mereka” makhluk lain yang sudah menyembunyikan para survivor dan mengapa belum ditemukan hingga kini? Berikut isi perbincangan mereka tentang misteri hilangnya pendaki Gunung Sindoro.

OTD tersebut mengatakan: ‘Mereka’ mengatakan bahwa gunung bukan lokasi untuk bersenang senang namun sebagai perenungan manusia agar tahu diri kita begitu kecil di hadapan-Nya. Selain itu gunung juga bukan lokasi pesta pora atau bikin gaduh seenaknya, sebab dulu gunung lokasi orang tirakat untuk belajar tahu diri.

Tapi kini justru jadi ajang membanggakan diri dan lokasi orang yang banyak tidak menghormati keberadaan ‘mereka’.  Dari kejadian misteri hilangnya pendaki Gunung Sindoro tersebut ‘mereka’ tidak banyak meminta, hanya sebagai peringatan agar semuanya senantiasa mengikuti aturan dimanapun berada.

‘Mereka’ sangat prihatin saat ini gunung sebagai tempat untuk melakuan hal-hal yang tidak baik dan ‘mereka’ begitu terganggu dengan tingkah manusia. Apalagi para tim pencari yang merasa biasa dan sangat kuat tanpa memohon bantuan-Nya.

Sejatinya, la haula walaa quwwata illa billah. ‘Mereka’ tidak akan mengembalikan teman kita yang disembunyikan sampai kapanpun jika kita masih menggunakan rasa “bisa” tersebut. Kita diminta untuk sejenak meluluhkan kesombongan dan introspeksi diri serta memanjatkan kebaikan kepada-Nya.

Beliau juga mengatakan, ketika memasuki waktu ibadah tidak semua dari kita menuju masjid, padahal lokasinya cukup dekat dengan basecamp. Sebenarnya saat itulah kita membutuhkan bantuan-Nya, sebab sebaik apapun strategi akan sia-sia tanpa campur tangan-Nya.

Di puncak banyak yang mengucap syukur namun tidak diiringi akhlak ketika telah turun gunung. Berarti syukur itu hanya ucapan kosong tidak sampai ke hati.

Pihak TSS kemudian meminta OTD untuk berkenan mengikuti urun rembug atau berpendapat yang berlokasi Posko Induk. Namun Orang tidak dikenal tersebut menolak, sebab beliau telah beberapa hari berada di situ dan sudah mengusulkan namun tidak ada tanggapan.

Beliau juga mengatakan 9 orang pintar sudah dikerahkan untuk membantu mengungkap misteri hilangnya pendaki Gunung Sindoro sehingga beliau merasa tidak dibutuhkan. Beliau juga mengajak untuk tetap berdoa untuk kebaikan semua, Inshaa Alloh tak kan sia-sia

Begitulah pesan orang tidak dikenal tersebut terhadap Tim Sindoro Sumbing sembari berlalu, lalu tidak tahu kemana hingga akhirnya turun kabut. Dari cerita misteri Indonesia diatas bisa kita jadikan pembelajaran untuk senantiasa menjaga sopan santun dan tata krama dimanapun terlebih di tempat yang baru.

Artikel Lainnya