UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Legenda Danau Waewini Berawal dari Kisah Nenek Wini

Ditulis pada 17 Jun 2016
oleh :
Legenda Danau Waewini Berawal dari Kisah Nenek Wini

foto ist

itoday – Indonesia memiliki banyak budaya serta adat istiadat yang begitu beragam. Hal ini dikarenakan oleh nusantara terdiri dari berbagai pulau yang mana memiliki keragaman suku bangsa. Setiap suku bangsa dan daerah di nusantara memiliki legenda masing-masing mengenai asal usul suatu tempat atau benda di daerah tersebut. Layaknya masyarakat Sumba, dari banyaknya legenda yang beredar, ada satu yang paling populer yaitu legenda danau Waewini.

Danau yang memiliki warna air kehijauan ini rupanya menyimpan kisah legenda yang begitu diingat oleh masyarakat Sumba. Danau Waewini ini berawal dari sebuah legenda yang berhubungan dengan kisah nenek bernama Wini Tange. Asal muasal danau Waewini ini dimulai dari seorang janda yang ditinggal mati suaminya, janda ini adalah nenek Wini Tange.

Nenek Wini hidup menjanda dengan menghabiskan waktunya untuk mengurus pertanian serta perkebunan. Tidak hanya itu, ada peternakan ayam, kambing serta babi warisan suaminya. Babi tersebut adalah babi kesayangan mendiang suaminya. Legenda danau Waewini ini berlanjut pada saat nenek Wini hendak diperistri oleh warga kampung sekitarnya tinggal. Akan tetapi nenek Wini menolak pinangan sang pria.

Artikel Lainnya