UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Kecelakaan Anak Rano Karno, Wali Kota Tangerang Ogah Disalahkan

Ditulis pada 12 Mar 2016
oleh :
photo : ist.

photo : ist.

itoday – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meminta berbagai pihak tidak saling menyalahkan terkait kasus kecelakaan di sekitar Jalan Perimeter Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Terbaru, kecelakaan dialami Rakha Widyarma anak Gubernur Banten Rano Karno.

“Inikan kalau kita main salah-salahan ya enggak bakalan ketemu solusinya,” ungkap Arie R Wismansyah saat meninjau TPA Rawa Kucing, Kamis 10 Maret 2016 kemarin.  Sebelumnya, PT Angkasa Pura II akan memberlakukan jalur perimeter dari dua arah menjadi satu arah.

Hal ini terkait banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalur perimeter. Namun kebijakan itu ditunda karena Pemkot Tangerang mengirim surat permohonan penundaan kepada AP II. Menurut Arief, AP II, Polres Bandara Soetta dan Pemerintah Kota Tangerang harus dapat duduk bersama memberikan saran serta masukan yang solutif terhadap masalah ini.

“Kita ingin sebelum dilakukan satu arah pihak pengelola bisa menyediakan dulu sarana penunjangnya, sehingga masyarakat yang melewati juga bisa nyaman dan tidak merasa dirugikan. Bukan berarti kita menolak,” terangnya.

Arief menyatakan, masalah kemacetan di Rawa Bokor akibat penutupan pintu M1 saja belum terselesaikan. Pihaknya penah menawarkan solusi bersama agar akses ke bandara nyaman dan jalan penghubung yang di Kota Tangerang juga tidak macet. Namun solusi itu tidak di laksanakan.

“Sebelum M1 dulu ditutup kan kita juga sudah ingatkan buat dulu sarana pendukungnya, lampu penerangan jalannya atau median jalannya dibikin garis lurus biar orang enggak saling mendahului. Namun tahu sendirikan akhirnya kan banyak kejadian kecelakaan. Anehnya pemkot yang disalahin. Padahal kita sudah kasih solusi ke mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, petugas Polres Bandara Soetta menyindir penundaan pemberlakuan satu arah di Jalan Perimeter di Bandara Soekarno-Hatta lantaran sering terjadi kecelakaan. Kali ini, peristiwa kecelakaan menimpa anak Gubernur Banten Rano Karno Rakha Widyarma.

“Ya ini karena kemarin ditunda sih ya (oleh Wali Kota Tangerang) jalan ini kan memang sering terjadi kecelakaan. Seharusnya kemarin sudah satu arah,” kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Kasiono di Tangerang, Rabu 9 Maret 2016 lalu.

Putra Gubernur Banten Rano Karno Rakha Widyarma mengalami kecelakaan saat mobilnya melintas di Jalan Perimeter Utara, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa 8 Maret 2016 malam.

sumber : sindonews.com

Artikel Lainnya