UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Bahayakah Penggunaan Sarung Tangan Tempel?

Ditulis pada 21 Jun 2016
oleh :
Bahayakah Penggunaan Sarung Tangan Tempel?

foto ist

itoday – Belakangan ini trend baru dalam dunia otomotif kian marak, salah satunya adalah penggunaan sarung tangan tempel. Sarung tangan yang dulunya dipakaikan pada tangan secara manual, kini juga bisa ditenggerkan pada stang. Model sarung tangan yang ditempelkan pada stang hingga menutupi rem depan ini memang terlihat lebih sederhana disbanding snaring tangan yang dipakai di tangan. Bentuknya hanya menyerupai kantung yang memiliki lekukan selebar pergelangan tangan.

Jika dilihat dari segi pemakaian, model sarung tangan tempel atau yang disebut juga dengan satamo dinilai lebih praktis serta dapat melindungi dari musim dingin maupun pelindung saat terik matahari. Karena alasan kepraktisan dan fungsinya inilah model sarung tangan yang menempel pada stang kini lebih digemari terutama oleh kalangan ibu-ibu. Lalu, amankah menggunakan sarung tangan model seperti ini?

Jika berbicara mengenai keamanan penggunaan, ada pihak yang berpendapat sarung tangan mode ini aman da nada pula yang bilang tidak aman. Sarung tangan yang ditempelkan pada stang bisa dibilang aman jika ukurannya pas dan tak mengganggu gerak reflek tangan.

Artikel Lainnya