UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Pentingnya Break-In (masa Inreyen) Bagi Motor Anda

Ditulis pada 04 Feb 2016
oleh :
Pentingnya Break-In (masa Inreyen) Bagi Motor Anda

foto ist

itoday – Tahukah anda bagaimana cara merawat motor baru untuk pertama kalinya? Salah satunya dengan melakukan masa inreyen. Masa inreyen begitu diperlukan agar motor yang anda tunggangi siap untuk dikendarai tanpa ada hambatan di kemudian hari.

Lalu apa yang disebut dengan masa inreyen?

Masa inreyen disebut dengan masa Break-In adalah masa dimana komponen-komponen mesin motor mengalami masa penyesuaian. Proses ini bertujuan agar motor dan juga komponen dalam motor terbiasa dengan kondisi kesehariannya.

Masa inreyen harus dilewati karena ini lebih mengarah kepada proses adaptasi dari komponen motor sebelum layak untuk digunakan. Umumnya pihak pabrik telah menggaris bawahi betapa pentingnya hal ini. Meskipun sebelumnya setiap motor telah mengalami masa pengujian di pabrik namun meskipun begitu produk yang dihasilkan belum tentu sepenuhnya bisa dapat langsung digunakan tanpa dilakukan pengujian sendiri oleh penggunanya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan yang ada pada motor di kemudian hari.

Lalu bagaimana cara melakukan masa inreyen dengan benar? Ini beberapa tips yang bisa anda gunakan.

  1. Hindari memperlakukan motor secara ekstrim pada 500 km pertama. Memperlakukan motor secara ekstrim dilakukan dengan menekan tuas gas yang terlalu penuh pada pertama kali start, berkendara dengan kecepatan yang tinggi dan kemudian melakukan pengereman mendadak. Gesekan yang dilakukan bisa menyebabkan komponen rusak akibat gesekan yang kurang optimal
  2. Aturlah putaran mesin yang dihasilkan oleh motor dengan mengendalikan RPM motor di angka stabil dan pastikan tidak melebihi batas yang dianjurkan pada buku pedoman motor.
  3. Hindarilah berkendara secara ekstrim, utamanya ketika kondisi jalanan licin atau basah. Ingat, ban motor anda masih dalam proses adaptasi sehingga  grip yang dihasilkan masih belum begitu maksimal untuk mengatasi resiko slip.
  4. Hindari mengangkut beban yang berlebih karena pada masa inreyen. Ini akan mengurangi usia motor anda dikemudian hari.
  5. Ganti oli motor anda dengan teratur
  6. Patuhilah panduang yang ada dalam pedoman pemakaian motor

Dalam masa inreyen inilah motor anda akan diuji, jadi pastikan untuk melakukan semuanya secara baik agar kinerja motor anda bisa tahan lama.

Artikel Lainnya