UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Tips Yang Harus Anda Perhatikan Saat Parkir Paralel

Ditulis pada 24 Jun 2016
oleh :
Tips Yang Harus Anda Perhatikan Saat Parkir Paralel

foto ist

Itoday – Pernahkah Anda memarkir kendaraan secara pararel? Tentunya para pemilik kendaraan pasti pernah memarkir kendaraannya secara paralel, baik itu di pusat perbelanjaan atau di kantor. Biasanya para pengendara memarkir kendaraannya secara paralel karena parkiran sudah penuh atau karena malas mencari parkir.

Parkir paralel adalah cara parkir kendaraan paralel dipinggir jalan, umumnya merupakan fasilitas parkir yang biasanya diterapkan dipusat kota, ataupun di kawasan permukiman yang tidak memiliki garasi.

Menurut Wikipedia, Melakukan parkir paralel merupakan keahlian yang paling sulit dalam mengemudikan kendaraan sehingga dijadikan salah satu aspek yang diujikan pada saat ujian praktik untuk mendapatkan SIM, sehingga ini juga menjadi salah satu pelajaran yang diberikan dalam sekolah mengemudikan kendaraan.

Namun dalam memarkirkan kendaraan secara paralel, ada beberapa hal yang harus dilakukan, khususnya dalam hal etika. Pasalnya, parkir secara paralel artinya juga menghalangi kendaraan lain yang akan lewat.
Jadi, apa saja yang harus dilakukan oleh Anda sebelum keluar dari mobil dengan konsisi parkir paralel? Berikut ulasannya.

Artikel Lainnya