UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Energi Tenaga Bioethanol, Alternative Pengganti Solar

Ditulis pada 17 Jun 2016
oleh :
Energi Tenaga Bioethanol, Alternative Pengganti Solar

foto ist

itoday – Kelangkaan energi mengharuskan para peneliti untuk menemukan energi alternatif selain pemanfaatan energi bumi. Salah satu energi alternatif yang saat ini banyak  dilirik adalah penggunaan bioethanol.

Pudji Kuntoro dan Arbi Dimyati dari Universitas Surya adalah salah satu kelompok peneliti yang tertarik dalam pengembangan energi tenaga bioethanol. Soal bahan baku, keduanya lebih memilih tanaman sorgum dibandingkan singkong, nira dan tebu.

Alasan mereka memilih tanaman sorgum adalah kandungan gula yang tinggi pada batang tanaman (kadar gula tinggi berarti memiliki lebih banyak energi). Selain itu, biji yang dihasilkan tanaman sorgum dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Jadi, semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan tanpa ada yang dibuang.

Akan tetapi, energi tenaga bioethanol tak bisa langsung dimanfaatkan begitu saja, agar bioethanol mampu bersinergi dengan bensin, bioethanol harus dihilangkan kadar airnya hingga memiliki kadar 99%.

Artikel Lainnya