UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Guru Besar UI Ciptakan Inkubator Grashof sebagai Penyelamat Bayi Prematur

Ditulis pada 10 Jun 2016
oleh :
Guru Besar UI Ciptakan Inkubator Grashof sebagai Penyelamat Bayi Prematur

foto ist

itoday – Bermula dari inkubator rusak, seorang peneliti dari Indonesia sukses mengembangkan teknologi terbaru inkubator untuk kepentingan orang banyak. inkubator ini penting untuk mendukung kehidupan bayi yang lahir secara prematur.

Inkubator berbasis teknologi Grashof  adalah penemuan karya Prof. Dr Ir. Raldi Kartono Koestoer, DEA dari Universitas Indonesia. Sebenarnya teknologi ini bukan hal yang baru namun Raldi sukses menggunakan teknologi tersebut untuk kepentingan yang lebih luas.

Penambahan lubang di 4 sisi inkubator karya guru besar UI adalah salah satu inovasi yang dibuat Raldi pada inkubator Grashot tersebut.

Penambahan lubang tersebut dilakukan untuk membuat suhu ruang inkubator senantiasa stabil diangka 380C. Selain itu beliau juga menggunakan sebagian besar komponen dari produk dalam negeri karena lebih banyak, mudah didapat begitupun saat diperlukan penggantian komponen. Beliau mendesain inkubator ini supaya gampag dibersihkan.

Artikel Lainnya