UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Hebat, Sandal Tuna Netra Ini Karya Mahasiswa ITS

Ditulis pada 01 Jul 2016
oleh :

Sensor yang digunakan mampu mendeteksi rintangan 5 meter di depan, kiri dan kanan. Kemampuan deteksi sensor ini jauh lebih baik dibandingkan  sensor alas kaki tuna netra buatan india yang hanya mampu mendeteksi rintangan dengan jarak beberapa senti saja.

Sensor akan bekerja memperingatkan pengguna ketika ada rintangan melalui notifikasi suara. Suara dapat didengar melalui handsfree smartphone yang terhubung dengan bluetooth. Suara yang dapat didengar nantinya adalah awas kanan, awas kiri atau awas  depan. Suara sebagai notifikasi sandal tuna netra ini nantinya dapat dirubah atau dikembangkan sesuai kebutuhan dengan melakukan operasi CRUD pada database system.

Karya 5 mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ini sebenarnya adalah karya yang diikutkan dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) dan didanai oleh DIKTI. Mengenai biaya pembuatannya, satu pasang sandal tuna netra membutuhkan biaya kurang dari 1 juta rupiah. Biaya ini dinilai masih cukup mahal sehingga  masih diperlukan proses pengembangan untuk menekan biaya produksi. Harapannya, sandal canggih ini dapat diproduksi secara masal dan dijual bebas di pasaran.

Artikel Lainnya