UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Ilmuwan Telah Temukan Oksigen Tertua

Ditulis pada 30 Jun 2016
oleh :
Ilmuwan Telah Temukan Oksigen Tertua

foto ist

itoday – Oksigen tertua sudah terdeteksi pada galaksi yang terletak sangat jauh dari bumi. Jaraknya sekitar 13,1 miliar tahun cahaya. Galaksi tersebut telah menunjukkan sebuah tanda-tanda Oksigen tertua yang telah ditemukan dari para ilmuwan, dan hal tersebut adalah sebuah hal yang besar.

Segera mungkin setelah Big Bang, litiun, elemen yang ringan serta hidrogen telah hadir. Maka beberapa unsur yang lebih berat misalnya seperti oksigen dan juga karbon akan diperlukan dalam pembentukkan pada sebuah kehidupan. Namun, beberapa unsur tersebut sama sekali tidak terbentuk hingga binatang-binatang yang pertama kali berusia cukup dalam menghasilkannya dengan cara fusi.

Dalam penelitian yang baru pada galaksi SXDF-NB1006-2 yang telah diterbitkan pada sebuah jurnal Science, akan membantu dalam mendekatkan anda untuk menentukan asal usul sebuah molekul yang memberikan kehidupan.

Sehabis big bang, maka semuanya akan terasa panas. Namun, setelah beratus tahun, akan berubah menjadi dingin serta tenang. Gas sudah menahan sebuah partikel pada muatan listrik untuk menjadi hidrogen yang netral. Pada memasuki jaman kegelapan, maka alam semesta akan berlahan membawa gas hidrogen yang netral untuk berkumpul pada rumpun gravitasi.

Pada beberapa ratus tahun kemudian, akhirnya alam semesta bisa mendapatkan cukup hidrogen pada satu tempat dalam bentuk bintang pertama. Kemudian bintang akan mengiosiasi gas pada mereka ke dalam sebuah fenomena yang biasa dikenal dengan reonizatin kosmik. Pada saat ditemukan pada tahun 2012, SXDF-NB1006-2 merupakan galaksi yang paling tua serta paling jauh yang pernah damati. Rekor tersebut pecah sampai beberapa kali.

Subaru Telescope yang pertama kali menemukan galaksi tersebut, pasalnya cahaya hidrogen terionisasi dan dilepaskan oleh benitang muda. Namun temuan dilanjutkan menggunakan teleskop radio atacama large milimeter telah mengungkapkan bahwa cahaya Oksigen tertua terionisasi.
Galaksi tersebut tidak mengandung oksigen banyak. Hanya 10 persen dari oksigen yang telah ditemukan.

“Jumlah kecil ini diperkirakan karena alam semesta masih muda dan memiliki sejarah singkat pembentukan bintang pada waktu itu,” kata penulis studi Naoki Yoshida.

Apalagi simulasi telah diprediksi jumlahnya sekitar sepuluh kali lebih kecil dari matahari. Namun, mereka mempunyai hal lain yang tidak terduga, yaitu jumlahnya sungguh kecil dari debu.

Kandungan oksigen  SXDF-NB1006-2 ini dapat dapat didukung dari keberadaan di beberapa bintang yang lebih besar dari matahari.

“SXDF-NB1006-2 akan menjadi prototipe dari sumber cahaya yang bertanggung jawab atas reionization kosmik,” kata penulis studi Akio Inoue dari Osaka Sangyo University.

Dengan mempelajari galaksi seperti tersebut pada resolusi yang tinggi diharapkan untuk menjelaskan jaman kegelapan pada alam semesta.

Artikel Lainnya