UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Keunggulan Mesin Pengupas Kedelai Dari UGM

Photo: (ugm.ac.id)

Photo: (ugm.ac.id)

Itoday – Untuk memenuhi permintaan pasar, banyak industri yang memanfaatkan mesin penggiling atau pengupas kedelai dalam proses pengolahan tempe. Mesin penggiling kedelai memang sudah banyak dijual di pasaran dengan tipe yang cukup beragam.

Dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Ir. Mudjijana menggagas pengembangan mesin pengupas kedelai jenis screw.

Sekilas, penggiling kedelai jenis ini tidak jauh berbeda dengan mesin sejenis yang ada di pasaran. Namun, yang menjadikan alat ini istimewa adalah pada penggunaan porosnya.

Kebanyakan, mesin pengupas kulit ari kedelai diproduksi dengan menggunakan sistem disk berputar dan plat diam. Sementara itu, yang dikembangkan oleh Mudjijana adalah menggunakan poros berulir (screw) yang memberikan permukaan kontak lebih besar antara screw dan rumahnya.

“Pada dasarnya, prinsip kerjanya sama dengan alat lainnya yang sudah ada. Hanya untuk porosnya, kami gunakan poros berulir (screw),” kata Mudji, seperti dilansir laman resmi UGM.

Mesin pengupas kedelai pada umumnya bekerja dengan menggunakan prinsip gesekan, begitupun yang dikembangkan oleh Mudji. Hanya saja, mesin ini tidak menggunakan plat biasa seperti yang telah banyak dikembangkan, tetapi plat berbentuk ulir. Dengan adanya ulir, gaya pemecahan menjadi lebih halus sehingga mengurangi hancurnya kedelai saat penggilingan.

“Dengan mesin ini, gaya pemecahan pada kedelai terlihat lebih halus dan bisa meminimalisir hancurnya kedelai saat proses penggilingan,” ujarnya.

Uji coba yang telah dilakukan, model ini selain dapat mengupas, juga mampu membelah kedelai dengan maksimal.“Hasil uji coba menunjukkan mesin ini dapat mengupas kulit ari kedelai dan setidaknya 60 persen kedelai bisa terbelah menjadi dua bagian,” jelasnya.

Selain itu, mesin memiliki bentuk yang lebih ramping dibandingkan dengan yang sudah ada. “Alat ini lebih ramping karena satu sumbu sejajar, sementara yang lain itu satu sumbu, tapi berlawanan. Dengan desain seperti ini jadi lebih tidak makan tempat,” tambahnya.

Mudjijana membuat model mesin pengupas kedelai yang terdiri atas screw dan rumah screw yang terbuat dari logam paduan aluminium. Screw disambung dengan poros yang kedua, ujungnya didukung oleh sebuah bantalan gelinding. “Poros ini digerakkan dengan sebuah elektromotor transmisi sabuk V,” ujar Mudji.

Alat pemecah kedelai digerakkan dengan motor AC satu fase bertegangan 220 volt dengan putaran mesin 1.100 rpm. Mesin menggunakan transmisi sistem puli V dan sabuk V. Adapun kapasitas alat rata-rata 16-20 kg per jam. “Mesin ini hanya membutuhkan daya sekitar 300 watt,” katanya. (Sumber: ugm.ac.id)

Artikel Lainnya