UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Kampung Batik Laweyan didukung Gunakan Teknologi Digital

Ditulis pada 23 Jun 2016
oleh :
Kampung Batik Laweyan didukung Gunakan Teknologi Digital

foto ist

itoday – Para pengrajin di Kampung Laweyan gunakan teknologi digital dan informasi untuk memasarkan produk mereka. Kebanyakan pengrajin batik saat ini masih memasarkan produk mereka dengan cara yang standar.

Pemkot Surakarta bekerja sama dengan PT. Telkom atau Telekomunikasi Indonesia TBK atau untuk menciptakan Laweyan menjadi kampung digital. “Saat ini penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan,” jelas Achmad Purnomo selaku Wakil Walikota Surakarta pada Jum’at 17 Juni 2016.

Berdasarkan penuturan Purnomo,  Kampung Laweyan adalah pusat perekonomian kreatif yang menjadi andalan kota Surakarta. Penduduk kampung masih senantiasa melestarikan kesenian batik sebagai sebuah peninggalan kebudayaan.

“Mereka merupakan perajin tradisional yang dituntut untuk terus berinovasi,” jelasnya. Pengembangan system pemasaran merupakan salah satu perubahan yang wajib dilaksanakan. Sekarang tidak sedikit perajin yang Cuma mengandalkan pemasaran hanyadari turis yang mengunjungi kampung Laweyan.

Artikel Lainnya