UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Banjir

Ditulis pada 30 Jun 2016
oleh :
Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Banjir

foto ist

itoday – Hujan lebat yang terjadi di beberapa hari ini berakibat banyak bencana pada banyak daerah. Banyak korban yang berjatuhan, sehingga dengan adanya hal tersebut harus ada sistem peringatan sejak awal yang mudah diakses supaya masyarakat dapat mengetahui situasi serta kondisi jadi dapat mengantisipasi.

Mahasiswa UGM dari fakultas teknik yaitu Asri Nur Latifah, Toga  Ardian S dan Shalahuddin Al-Ayubi, Zufar Amanulah M, Suryo Prakoso Putra telah mengembangkan sebuah sistem yang berbasis internet of Things yang bisa mengatasi semua permasalahan tersebut menggunakan iflee.

Aplikasi pendeteksi banjir adalah sebuah peringatan awal yang dapat menghubungkan antara perangkat untuk pendeteksi ketinggian air menggunakan aplikasi pendeteksi banjir yang terdapat pada smartphone. Pada perangkat iflee yang sudah terpasang pada beberapa titik yang rawan banjir mau mengirimkan sebuah informasi realtime tentang kondisi pada ketinggian air pada lokasi tersebut.

Ketika ketinggian air sudah mencapai pada batas tertentu, maka aplikasi pendeteksi banjir ini akan langsung mengirimkan sebuah informasi untuk sebuah peringatan awal untuk semua warga yang ada disekitar lokasi tersebut yang menggunakan dua cara yakni dengan melalui sebuah pesan singkat, dan melalui notifikasi pada sebuah aplikasi pendeteksi banjir yang berbentuk animasi.

”Aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu mitigasi bencana banjir dengan memberikan informasi  teraktual melalui smartphone yang digunakan oleh banyak orang. Aplikasi iFlee merupakan sebuah inovasi  yang menggabungkan kemampuan software-making, realtime server management, hingga sosial networking yang berfokus pada bencana,” kata Suryo.

Untuk perangkat keras yang digunakan pada sebuah sistem informasi tersebut terdiri dari sensor, modul GSM dan juga mikrokontroler. Perangkat tersebut telah menerapkan penggunaan sebuah energi yang berkelanjutan pada sebuah panel surya yang merupakan sumber energi yang telah disimpan pada sebuah ppower bank.

Pada perangkat lunak atau aplikasi pendeteksi banjir telah dibuat menggunakan bahasa pemprograman android yang sudah sangat dikenal, jadi akan lebih mudah saat penggunaan serta pengembangannya.

“Trial project aplikasi iFlee akan diterapkan di Jakarta mengingat fungsi kota sebagai ibu kota negara  yang menjadi pusat edukasi, sosial, politik dan ekonomi walau berlokasi di daerah rawan bencana,” katanya.

Artikel Lainnya