UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Mengapa Matahari Seolah Mengikuti Manusia?

Ditulis pada 03 Jun 2016
oleh :
Mengapa Matahari Seolah Mengikuti Manusia?

foto ist

itoday – Mempelajari alam sekitar adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan, karena alam sangatlah kaya akan ilmu pengetahuan. Bahkan ilmu yang diberikan alam sangatlah dahsyat dan melebihi teknologi yang sedang kita nikmati sekarang ini. Ilmu tersebut termasuk tentang matahari seolah mengikuti manusia.

Teknologi sendiri juga dieksplor dari alam, maka dari itu mempelajari pergerakan matahari yang seakan mengikuti langkah kita setiap harinya adalah salah satu dari cara mengambil ilmu yang ada di alam.

Ilmu yang mempelajari tentang alam adalah IPA atau singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam. Ilmu ini kita dapat dalam pelajaran di sekolah. Namun untuk membuktikannya, kita masih perlu untuk melakukan dan mencari sumber penelitian agar rasa penasaran akan ada dalam pikiran kita selama ini menjadi terjawab.

Mengambil dengan cara mempelajari adalah yang harus kita lakukan sebagai pertanyaan ilmiah yang mengganjal di pikiran kita segera terpecahkan.

Artikel Lainnya