UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Menulis Status Facebook Dikeluarkan Oleh Sekolah

Ditulis pada 03 Mar 2011
oleh :

Menulis Status Facebook Dikeluarkan Oleh Sekolah (IST)

itoday – Fresta siswa kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan (SMK Pembangunan) Kota Bogor di Jawa Barat, menuliskan kalimat di status Facebook-nya “ Sekola saya korupsi looh! Pengen saya basmi! “. Tak pernah terbayangkan olehnya dua kalimat tersebut mengakibatkan dirinya dikeluarkan dari sekolah. Begitu pun kedua teman sekelasnya, Firda (17), ikut memberikan jempol pada statusnya tersebut, begitu juga Amelia (17) ikut mengomentari, “ Hahahaha bener banget tuh “.

Dua hari setelah kejadian tersebut, wali kelasnya mendatangi rumah Fresta di Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara. Dengan maksud mengundang orang tua Fresta datang ke sekolah, tanpa memberikan penjelasan terlebih dahulu duduk permasalahannya kepada Romlah Suharti (40) Ibu dari Fresta.

Saat Romlah mendatangi sekolah bersama Fresta pada keesokan harinya, ia disodori selembar kertas kosong bermaterai, pihak sekolah meminta Fresta membuat surat pengunduran diri. Dengan alasan perilaku Fresta yang tidak sesuai.

Pada saat itu ia menolak untuk menandatangani, hingga tanggal 14 Februari, Fresta resmi dikeluarkan dari sekolah setelah tetap tak ada titik temu, begitu juga dengan dua temannya, Amelia dan Firda.

Dikatakan alasan Fresta menulis status tersebut karena terdengar isu pihak sekolah telat tiga bulan tidak membayar PDAM, yang menyebabkan air kamar mandi tidak menyala.

Menurut kabar terakhir, setelah rapat dengan sejumlah anggota komisi D DPRD kota Bogor, pihak sekolah berjanji akan menerimanya kembali.

Artikel Lainnya