UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Pertemuan Pertama Komet Tak Berekor Oleh Astronom

Ditulis pada 04 Jun 2016
oleh :
Pertemuan Pertama Komet Tak Berekor Oleh Astronom

foto ist

itoday – Komet tak berekor yang ditemukan oleh astronom itu diberi nama Manx. Nama tersebut mirip dengan kucing yang tidak memiliki ekor. Komet tak berekor tersebut dibentuk dari beberapa materi yang berbatu dan tepatnya ditemukan ditempat yang dekat dengan Bumi. Namun, kebanyakan dari komet itu terbuat dari senyawa es dan senyawa yang beku lain serta terbentuk pada bagian tata surya yang dingin dan sangat jauh dari jangkauan.

Para peneliti sudah meyakini bahwa komet yang baru saja ditemukan itu terbentuk di daerah yang sama yang berdekatan dengan Bumi, kemudian terlempar ke halaman belakang pada tata surya seperti halnya ketapel gravitasi pada saat planet-planet berdesakan untuk mencari posisi.

Keterlibatan dari para ilmuwan tersebut dalam penemuan komet tak berekor tersebut, saat ini para ilmuwan tersebut ingin sekali untuk mempelajari dengan adanya komet Manx yang telah ditemukan tersebut, yang pada akhirnya nanti akan membantu dalam menyelesaikan debat tentang bagaimana dan kapan tata surya dapat sampai pada konfigurasi sampai dengan saat ini.

Artikel Lainnya