UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Presidential Scholarship, Beasiswa S-2 Dan S-3 Di Luar Negeri

beasiswa

photo: ist

itoday – Anda ingin melanjutkan pendidikan S-2 maupun S-3 di luar negeri tapi terkendala biaya? Tidak perlu khawatir karena kini tersedia beasiswa Presidential Scholarship untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Direktur Perencanaan Usaha dan Pengembangan Dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Mokhamad Mahdum menyebut, Presidential Scholarship merupakan program beasiswa penuh yang dikelola oleh LPDP. Program yang akan diluncurkan pada 27 Februari 2014 itu menargetkan 100 peserta setiap tahunnya.

“Presidential Scholarship merupakan inisiatif presiden melalui LPDP untuk menempuh pendidikan S-2 dan S-3 di luar negeri bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tujuannya, menyiapkan pemimpin masa depan dalam menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045,” kata beliau, di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2014) malam.

Beliau menjelaskan, Presidential Scholarship bersifat penuh. Artinya, dana yang diperoleh mahasiswa mencakup biaya registrasi, administrasi, buku, tunjangan riset, biaya hidup, dan sebagainya. Selain itu, tidak ada ikatan dinas yang melekat pada peserta program tersebut.

“Untuk magister maksimal masa studi dua tahun dan doktor tiga tahun. Itidak ada ikatan dinas untuk bekerja di instansi mana pun setelah mereka menyelesaikan studi. Ikatannya, mereka hanya harus kembali ke Indonesia,” paparnya.

Meski hampir mirip dengan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), ada beberapa perbedaan antara keduanya. Menurut Beliau, persyaratan nilai TOEFL dalam Presidential Scholarship lebih tinggi dibandingkan BPI.

“Persyaratan TOEFL lebih tinggi, yakni 578. Ada leadership training selama 40 hari. Kemudian, pada BPI, proses penentuan seleksi murni LPDP, tapi kalau beasiswa ini ada tim panel yang menentukan,” ungkap Beliau.

Beliau menambahkan, seleksi Presidential Scholarship terdiri atas tiga tahap, yaitu administrasi, interview, dan training. Interview dilakukan oleh profesor dari Dirjen Dikti sementara para juri dalam training meliputi tentara, pemerintah, kaum profesional, dan tokoh masyarakat. Program perdana tersebut akan ditutup pada 14 April 2014 dan latihan kepemimpinan dimulai 20 Mei 2014. Angkatan pertama tersebut akan dilepas langsung oleh presiden pada 18 Agustus 2014.

Sumber Okezone

Artikel Lainnya