UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Protes Patung Karya Nyoman Nuarta, Tak Pernah Surutkan Semangat Berkarya

Ditulis pada 16 Jun 2016
oleh :
Protes Patung Karya Nyoman Nuarta, Tak Pernah Surutkan Semangat Berkarya

foto ist

itoday – Sudah 40 tahun lebih berkarya, Nyoman Nuarta masih saja menggerakkan tangan-tangannya untuk membuat patung-patung bertemakan nasional. Yah, karya Nyoman Nuarta seringkali mengandung kritikan terhadap pemerintah atau menggambarkan kondisi pertahanan nasional. Misalnya saja sebuah patung Dewi Zolim yang terpampang di pintu masuk utama galeri miliknya.

Patung Dewi Zolim merupakan patung keadilan (manusia dengan mata tertutup dan membawa timbangan) yang menginjak rakyat dan berwajah bolong. Patung ini menggambarkan kodisi hukum Indonesia yang hanya memihak pada kalangan beruang saja. Hukum akan menindas rakyat yang lemah.

Patung Dewi Zolim tersebut hanyalah bagian kecil dari karya Nyoman Nuarta. Karya-karya besar dari seorag Nuarta antara lain patung tiga mojang, patung Borobudur, Garuda Wisnu Kencana dan beberapa patung yang menghiasi jalan protokol lainnya.

Artikel Lainnya