UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Tiga Jalur Beasiswa di Siapkan Kemdikbud dari Dana Abadi Pendidikan

Photo: kemdikbud.go.id

Photo: kemdikbud.go.id

itoday – Banyak pertanyaan dari para mahasiswa Bidikmisi dalam acara Silaturahim Nasional Bidikmisi 2014 terkait percepatan melajutkan ke jenjang pendidikan berikutnya (Fast Track). Mereka bertanya apakah para mahasiswa Bidikmisi masih bisa mendapatkan beasiswa tersebut? Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjelaskan, ada tiga jenis beasiswa yang disiapkan dalam dana abadi pendidikan.

“Siapapun yang telah menunjukan prestasi terbaik, disiapkan beasiswa baik di dalam ataupun di luar negeri,” ucap Mendikbud dalam acara malam ramah tamah dengan mahasiswa Bidikmisi, di Jakarta, Kamis (27/02/2014) seperti yang dikutip kemdikbud.

Mendikbud menginstruksikan kepada Dirjen Pendidikan Tinggi, Djoko Santoso, untuk segera merumuskan skema seperti apa untuk beasiswa percepatan pendidikan (Fast Track) S2 dan S3 bagi para mahasiswa bidikmisi.

Terkait beasiswa, Mendikbud mengatakan, mulai tahun 2011, Kemdikbud menyisihkan dana dari alokasi anggaran Kemdikbud. Hingga saat ini, sudah terkumpul sekitar Rp16,6 triliun. “Dari situ dimasukkan dalam dana abadi dan hasilnya setiap tahun setelah dihitung-hitung diperkirakan Rp1 triliun. Dana itu dibagi untuk beasiswa, penelitian, dan rehabilitasi sekolah rusak karena bencana alam,” papar Mendikbud.

Beasiswa tersebut, kata Mendikbud nantinya dibagi lagi menjadi tiga kelompok dan sudah disepakati dengan Menteri Keuangan. Kelompok pertama adalah beasiswa afirmasi yang diberikan skema khusus bagi mahasiswa lulusan Bidikmisi terbaik untuk melanjutkan pendidikan di dalam negeri ataupun luar negeri.

Mendikbud mengilustrasikan, apabila angkatan pertama tahun 2010 tahun ini sudah mulai lulus, melanjutkan S2 yang membutuhkan waktu dua sampai tiga tahun, dan melanjutkan lagi ke S3 membutuhkan dua sampai tiga tahun. Kira-kira lima atau enam tahun ke depan sekitar tahun 2020, para mahasiswa akan lulus dengan gelar doktor yang luar biasa.

“Saya yakin ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa ada generasi baru dari mahasiswa berasal dari keluarga tidak mampu, tetapi memiliki kemampuan yang luar biasa. Maka itu yang akan mengibarkan bendera merah putih setinggi-tingginya,” papar Mendikbud, optimis.

Mendikbud mengatakan, beasiswa kedua apabila tidak bisa mendapatkan afirmasi, masih ada Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang diperuntukkan untuk umum. Beasiswa ketiga, adalah Beasiswa Kepresidenan (Presidential Scholarship), dan syarat untuk mendapatkan beasiswa kepresidenan adalah harus diterima di 50 perguruan tinggi terbaik dunia.

Mendikbud mengatakan, mahasiswa Bidikmisi bisa mengakses ketiga beasiswa tersebut. “Apakah mahasiswa Bidikmisi bisa mengakses beasiswa kepresidenan? Bisa,” jawab Mendikbud optimis.

Sumber: kemdikbud.go.id

Artikel Lainnya