UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Trik Jitu Raih Beasiswa

Ditulis pada 13 Dec 2013
oleh :
Beasiswa

photo(ist)

itoday – Australia Awards merupakan beasiswa internasional bergengsi yang didanai oleh Pemerintah Australia. Beasiswa ini menawarkan kesempatan kepada pemimpin global generasi baru untuk menempuh pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesi di Australia, dan juga kepada pelajar dari Australia untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Salah satu penerima Prime Minister’s Australia Asia Postgraduate Scholarship Susanti, menceritakan mengenai proses beasiswa Australia Awards. Dia mengatakan, kesulitan mendapatkan beasiswa itu relatif. Menurutnya, ini sebagai bentuk penghargaan yang tidak mungkin didapat dengan tidak melakukan apa-apa, pastinya perlu usaha.

“Menurut saya semuanya patut diperjuangkan dan perlu diusahakan, harus ada usaha di balik itu,” ujarnya seperti yang dilansir Okezone, di Kediaman Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Greg Moriarty dalam acara pemberian penghargaan kepada pelajar terpilih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013) malam.

Selain  itu, dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto itu mengakui bahwa kesulitan sebagian besar penerima beasiswa yakni kendala bahasa. Para penerima beasiswa ini, kata dia, butuh nilai TOEFL atau IELTS tertentu, yaitu IELTS minimal 650 dan TOEFL sekira 500-550.

“Langkah-langkah pertama, dibaca dulu persyaratannya apa saja, kemudian sebisa mungkin mempersiapkan itu semaksimal mungkin, yang paling umum pasti bahasa, karena kita mau sekolah di negara lain harus minimal menguasai bahasa yang negara kita tuju,” ucap penerima beasiswa yang akan kuliah di University of Queensland, Australia dengan jurusan Farmasi.

Selanjutnya, bidang studi yang mau dipilih. Pergi ke universitas tersebut niatnya mau belajar apa. Kemudian banyak pendukung-pendukung lain yang mungkin perlu disiapkan sehingga bisa lebih unggul dari kompetitor yang lain.

“Beasiswa Australia Awards ini banyak yang melamar, sehingga kita harus cari pembeda apa yang dilihat dari kelebihan-kelebihan kita dibanding pelamar yang lain, salah satu trik yang saya pakai, misalnya saya mengemas CV sebaik mungkin, sehingga orang tertarik dengan track record atau sepak terjang yang selama ini yang saya lakukan terekam di CV, jadi CVnya saya buat semenarik mungkin,” bebernya.

Kemudian, ada poin lain yang mungkin juga membuat pemberi beasiswa tertarik khususnya Australia Awards, yaitu kontribusi ke dalam masyarakat, dalam kegiatan kemasyarakatan, menjadi nilai tambah. “Sehingga aplikasi kita mungkin lebih unggul dibandingkan dengan yang lain,” ungkapnya.

Untuk universitas, terdapat 38 kampus yang terdiri 36 universitas negeri, dan dua sisanya universitas swasta. Ke-38 universitas tersebut tersebar di delapan negara bagian Australia.

Sekadar diketahui, pada 2012-2013, Pemerintah Australia memberikan dukungan kepada Australia Awards sebesar $306,4 juta, yang memungkinkan 4.900 penerima penghargaan dari 117 negara untuk menempuh pendidikan, penelitian dan pengembangan profesi. Indonesia, Vietnam dan Papua Nugini merupakan tiga negara penerima Australia Awards terbesar tahun lalu, di mana 55 persen penerima penghargaan dari kawasan Asia berasal dari ketiga negara ini.

Pemerintah Australia memberikan beasiswa kepada warga Indonesia sejak lebih dari 60 tahun. Sejak 1999, sekira 5.800 beasiswa Australia Awards telah diberikan kepada penerima dari Indonesia.

Artikel Lainnya