UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Volume Otak Manusia Mengalami Penyusutan, Begini Penjelasannya

Ditulis pada 29 Jun 2016
oleh :
Volume Otak Manusia Mengalami Penyusutan, Begini Penjelasannya

foto ist

itoday – Fakta mengejutkan mengenai otak manusia baru saja ditemukan. Fakta ini menyebutkan bahwa volume otak manusia mengalami penyusutan sejak 20000 tahun yang lalu. Otak manusia yang dulunya memiliki volume 1500 cm kubik menyusut sekitar 150 cm kubik sehingga hanya tersisa 1.350 cm kubik. Penyusutan volume otak manusia seperti ini terjadi baik pada pria maupun wanita.

Meski penyusutan volume otak manusia ini benar-benar terjadi, bukan berarti kecerdasan manusia semakin menurun. Hal ini senada dengan ucapan ahli antropolog dari University of Wisconsin, John Hawks. Beberapa ahli paleontology lainnya juga sepakat bahwa penyusutan ukuran otak justru membuat manusia semakin efisien. Akan tetapi, sebagian ilmuwan lainnya tak berpendapat sama. Mereka menganggap bahwa penyusutan otak seukuran bola tenis ini menyebabkan manusia kehilangan sebagian kecerdasannya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa fenomena penyusutan volume otak manusia ini sangat dipengaruhi oleh kondisi social disekitarnya. Saat proses evolusi, volume otak manusia bertambah besar karena jumlah manusia mengalami penurunan. Sebaliknya, peningkatan kepadatan populasi seperti saat ini justru  menyebabkan ukuran otak menyusut.

Geary, salah satu ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap fenomena ini menyimpulkan bahwa semakin kompleks kehidupan masyarakat, maka semakin kecil ukuran otak manusia di lingkungan itu. Hal ini dikarenakan saat lingkungan hidupnya kompleks, manusia akan cenderung bergantung dengan manusia lainnya sehingga ia tak harus berfikir agar bisa terus bertahan hidup. Dengan kata lain, saat menausia bergantung dengan keadaan maka otak cenderung jarang digunakan sehingga tak berkembang.

Geary juga berpesan agar masyarakat tak berfikir bahwa nenek moyang lebih pintar dari manusia sekarang ini karena memiliki ukuran otak mereka lebih besar. Nenek moyang memang memiliki volume otak yang lebih besar akan tetapi pengetahuan yang mereka miliki belum memiliki infrastruktur layaknya ilmu pengetahuan saat ini.

Peneliti lainnya, john hawks mengungkap bahwa fenomena penyusutan volume otak manusia ini justru menguntungkan. Hal ini dikarenakan otak memerlukan 20% energy untuk berfikir, jadi jika ukurannya menyusut maka energy yang dibutuhkan juga semaikin sedikit.

Artikel Lainnya