UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Duh, RI Diduga Bakal Dijadikan Salah Satu Provinsi RRC

Ditulis pada 05 Feb 2016
oleh :
indonesia-china

ilustrasi

itoday – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan bagian dari pembangunan Pemerintah China yang memposisikan Indonesia sebagai salah satu provinsi Republik Rakyat China (RRC).

Sindiran itu disampaikan pengamat ekonomi politik Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada intelijen (04/02). “Proyek kereta cepat akan menjadi pelampung penyelamat perusahaan kereta China yang hampir roboh akibat utangnya yang setara dengan utang pemerintah Brasil,” ungkap Salamuddin.

Menurut Salamudin kontrak proyek kereta cepat yang telah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia akan menjadi jualan perusahaan China untuk menumpuk utang baru dari pasar keuangan global.

Salamuddin menegaskan, proyek kereta cepat itu akan menggunakana bahan baku, barang modal dan tenaga kerja dari Cina. Dengan demikian maka proyek kereta cepat Jakarta Bandung ini, China dapat kembali memajukan ekonominya.

“Membangkitkan industri besi baja di negara tersebut yang tengah lumpuh, mengatasi pengangguran pengangguran yang semakin meluas di Cina yang bekerja dalam industri Cina maupun yang nanti bekerja dalam proses pembangunan dan pemeliharaan kereta cepat di Indonesia,” ungkap Salamuddin.

Tak hanya itu, kata Salamuddin, proyek kereta cepat ini akan menciptakan jerat utang dan ketergantungan jangka panjang Indonesia terhadap Cina. Proyek yang dialirkan ke Indonesia dalam bentuk utang/pinjaman kepada BUMN-BUMN di Indonesia dengan investasi awal senilai 5,5 miliar dolar dengan usia kelayakan proyek selama 40 tahun.

“Pada tingkat bunga 5 % dan kurs Rp. 13.800/USD, maka rakyat Indonesia/para penumpang kereta cepat akan membayar dalam jangka panjang dalam bentuk bunga senilai Rp. 180 triliun, dan pengembalian pokok utang senilai 75 triliun. Secara keseluruhan rakyat Indonesia akan membayar kepada Cina senilai Rp. 255 triliun,” pungkas Salamuddin.

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya