UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Gerindra Sindir Jokowi Terkait Jabatan Dua Stafsus Baru

Ditulis pada 13 Jul 2016
oleh :

Gerindra Sindir Jokowi Terkait Jabatan Dua Stafsus Baru

foto ist

itoday – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat dua Staf Khusus (Stafsus) Presiden disindir Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Desmond J Mahesa.

‎Diketahui, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere dikabarkan bakal menempati posisi stafsus presiden bidang intelijen. Diaz Hendropriyono akan mengisi posisi stafsus ‎bidang sosial.

“Mau tambah staf khusus 20 orang, 50, 100 orang juga enggak apa-apa, kalau bisa seluruh rakyat Indonesia saja dijadiin staf khusus intelijen sama sosial,” kata Desmond saat dihubungi wartawan, kemarin.

Wakil Ketua Komisi III ‎DPR ini mengakui memang Presiden Jokowi memiliki hak untuk mengangkat atau menambah Stafsus.

“Harusnya Jokowi bikin juga dong, staf khusus soal kartu lapar, kartu miskin, kartu sejahtera untuk masyarakat. Kan yang terpenting itu,” ungkapnya.

Menurut Desmond, penambahan Stafsus Presiden dianggapnya tidak ideal. ‎Masyarakat diyakininya tak sepakat dengan penambahan Stafsus Presiden‎. Dia mengatakan, yang diperlukan masyarakat hanya hukum bisa dijalankan dengan baik.

“Saya kira enggak ideal, mana ada sih yang pernah ideal saat Jokowi jadi presiden. Staf khusus ini saya kira percuma,” pungkasnya.(sindonews)

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya