UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Heboh, Prajurit AS Akui Selundupkan Senjata Buat Paspampres RI

Ditulis pada 12 Jul 2016
oleh :
Tag:
Heboh, Prajurit AS Akui Selundupkan Senjata Buat Paspampres RI

foto ist

itoday – Kabar mengejutkan datang dari seorang prajurit tentara Amerika Serikat (AS). Prajurit yang bernama mengaku Audi Sumilat itu mengaku terlibat dalam penyelundupan senjata untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Indonesia.

Audi kini menjalani sidang dakwaan di pengadilan federal.

Sumilat dan 3 orang rekannya merencanakan penyelundupan ini pada Oktober 2014 ketika mereka mengikuti pelatihan di Fort Benning, Georgia. Demikian dikutip dari situs Kantor Jaksa Amerika Serikat, District of New Hampshire, Kamis (7/7/2016).

Sumilat mengaku bahwa pada September dan Oktober 2015, dia membeli beberapa senjata api di Texas untuk anggota Paspampres. Anggota Paspampres itu disebutkan tidak bisa membeli sendiri senjata api secara legal.

Kepada penjual senjata api, Sumilat mengaku sebagai pembeli sebenarnya meskipun kemudian dia menyerahkan senjata api itu ke Paspampres. Senjata api lalu dikirim ke koleganya di New Hampshire.

Senjata api itu diserahkan kepada anggota Paspampres yang sedang melakukan perjalanan dinas di Washington DC dan di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Saat melakukan aksinya, Sumilat mengetahui bahwa para anggota Paspampres akan membawa senjata yang dibeli secara ilegal itu dari AS ke Indonesia.

Sesuai aturan, Sumilat seharusnya mengantongi lisensi khusus untuk menjual senjata ke luar negeri. Namun, dia tidak memiliki surat itu.

Jaksa negara bagian New Hampshire, Emily Gray Rice mengatakan bahwa penyelundupan senjata ke luar negeri kerap dilakukan untuk kegiatan melawan hukum. Penyelundupan senjata secara internasional akan dituntut secara maksimal.

“Fakta bahwa anggota pasukan keamanan negara lain adalah penerima manfaat langsung dari skema ini memperlihatkan tantangan unik dalam penyelidikan ini,” kata Rice.

Vonis untuk Sumilat dijadwalkan pada 11 Oktober 2016 mendatang. Dia terancam hukuman maksimal 5 tahun dan denda USD 250.000.(TeropongSenayan)

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya