UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

“Liberal Sekali, Prabowo-Hatta Jamak Sholat Demi Daftar Capres/Cawapres”

Ditulis pada 21 May 2014
oleh :

intelijen – Insiden protes dari para ulama Masjid Agung Sunda Kelapa, terhadap niat Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) yang ingin meng-qasar sholat Asar, ditanggapi sinis aktivis liberal.

“Liberal sekali, hanya untuk daftar ke KPU sampe jamak shalat. Tapi kalau sampe qashar go**** namanya. Jangan-jangan sudah ada panggilan dari KPK, sehingga SDA sudah gak bisa bedain, shalat jamak dan shalat qashar,” komentar tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Mohamad Guntur Romli di akun Twitter ‏@GunRomli.

Diberitakan sebelumnya, saat menjadi imam sholat Zuhur di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat (20/05), Suryadharma Ali mengajak jamaah langsung salat Asar untuk di-qasar.

Jamaah, yang di antaranya pasangan Capres dan Cawapres Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa itu, memprotes keinginan Suryadharma. Sejumlah ulama memprotes keinginan Suryadharma, para ulama masjid menilai seharusnya salat dijamak (digabung) bukan diqasar.

“Hei hei bukan qasar tapi jamak. Kalau jamak dua rakaat bukan empat,” tegas Habib Kamal menimpali ajakan Suryadharma.

 

 

The post “Liberal Sekali, Prabowo-Hatta Jamak Sholat Demi Daftar Capres/Cawapres” appeared first on INTELIJEN.