UPDATE Data Pantauan Tinggi Muka Air (Senin, 27 Januari 2014, Pkl 16.00 WIB : Katulampa 50 cm (Siaga 4/Normal) - Pesanggrahan 85 cm (Siaga 4/Normal) - Angke Hulu 130 cm (Siaga 3/Waspada) - Cipinang Hulu 90 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Hulu 50 cm (Siaga 4/Normal) - Depok 140 cm (Siaga 4/Normal) - Manggarai 710 cm (Siaga 4/Normal) - Karet 440 cm (Siaga 4/Normal) - Waduk Pluit -150 cm (Siaga 4/Normal) - Pasar Ikan 130 cm (Siaga 4/Normal) - Pulo Gadung 400 cm (Siaga 4/Normal) - Sunter Utara 86 cm (Siaga 3/Waspada) - Sunter Selatan 16 cm (Siaga 4/Normal) - Krukut Hulu 75 cm (Siaga 4/Normal)

Mantan Relawan Jokowi: Rezim Jokowi Atasi Masalah dengan Halusinasi

Ditulis pada 25 Jun 2016
oleh :

Mantan Relawan Jokowi: Rezim Jokowi Atasi Masalah dengan Halusinasi

foto ist

itoday – Pernyataan keras kembali dilontarkan mantan relawan Joko Widodo, Ferdinand Hutahean. Menurut Ferdinand, Presiden Joko Widodo tidak terlihat menggunakan solusi konkret dalam mengatasi masalah defisit anggaran negara yang semakin besar.

“Rejim Jokowi malah mengatasi masalah nyata dengan halusinasi, menyelesaikan masalah dengan tidur dan bermimpi,” tegas Ferdinand Hutahean (23/06).

Kata Ferdinand, kebijakan tax amnesty itu halusinasi Rejim Jokowi. Tidak ada jaminan bahwa negara akan menerima 165 Triliun dari program itu.

“Program yang jelas saja seperti pendapatan pajak yang nyata tidak tercapai, apalagi tax amnesty yang cuma jadi ilusi. Tax amnesty pasti gagal, tidak akan ada yang mau menyimpan dananya di negara yang stabilitas ekonomi politiknya tidak baik. Ini hukum alam dan hukum pasar,” tegas Ferdinand.

Ferdinand menegaskan, resuffle menteri yang “mangkrak” telah menghasilkan ancaman serius ekonomi politik, konflik KPK, BPK dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menghasilkan degradasi hukum dan degradasi lembaga negara.

“Ancaman gagal fiskal dan defisit APBN yang tidak tertutupi akan bermuara pada mosi tidak percaya atas kepemimpinan Jokowi. Haruskah ini terjadi?” tanya Ferdinand.

 

sumber : intelijen.co.id

Artikel Lainnya